Rabu, 14 Januari 2026

Polisi Ungkap Kronologi Lengkap Keributan di Saguba, Tiga Peristiwa di 2 Lokasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris

batampos — Polsek Sagulung terus mendalami kasus keributan yang menghebohkan warga di kawasan Saguba, akhir pekan lalu. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mulai mendapatkan gambaran kronologis yang lebih jelas terkait insiden yang melibatkan dua kelompok remaja tersebut.

Kapolsek Sagulung Iptu Husnul melalui Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris menjelaskan bahwa terdapat dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiga rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dalam kasus ini.

“Kami terus lakukan pendalaman. Dari dua laporan yang masuk, sudah mulai terlihat urutan kejadiannya,” ujar Aris, Senin (28/7).

Peristiwa pertama terjadi di kawasan Blok J, saat Yasin dan Fransisco, dua remaja dari salah satu pihak, baru pulang dari pasar kaget. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Rama, yang kemudian disebut sebagai pemicu keributan. “Waktu itu Fransisco mengendarai motor sambil standing, nyaris mengenai Rama. Terjadi cekcok, lalu perkelahian antara Yasin dan Rama sempat terjadi sebelum akhirnya dilerai Fransisco,” jelas Aris.

Merasa tidak terima dengan kejadian tersebut, Rama kemudian mengajak lima orang rekannya untuk mendatangi rumah Yasin di Blok P. Di sinilah peristiwa kedua terjadi. “Kejadian ini memancing perhatian warga sekitar, termasuk ayah Yasin. Rama sempat diamankan warga, tapi kemudian dilepaskan,” katanya.

Namun konflik tak berhenti sampai di situ. Rama yang masih menyimpan emosi kemudian memanggil lebih banyak teman, bahkan beberapa di antaranya datang sambil membawa senjata tajam. Kelompok ini kembali mendatangi rumah Yasin, yang rupanya juga sudah bersiap dengan sejumlah rekan mereka. “Keributan pun tak terhindarkan. Kl, salah satu rekan Rama, mengalami luka di tangan akibat sabetan benda tajam,” tambah Aris.

Dari kejadian tersebut, kedua pihak sama-sama mengajukan laporan polisi dengan tuduhan penganiayaan. Aris menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi, terdiri dari satu anak remaja dan tujuh orang dewasa. Keterangan mereka masih didalami untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

“Ini kasus sensitif yang melibatkan dua kelompok pemuda. Kami proses secara profesional. Prinsip kami, kasus ini akan diusut secara adil dan transparan sesuai bukti-bukti dan fakta di lapangan,” tegas Aris.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan cepat di lapangan telah dilakukan begitu polisi menerima informasi tentang bentrokan tersebut. Anggota Polsek Sagulung segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusuhan meluas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update