
batampos – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas terus digencarkan Polresta Barelang melalui berbagai pendekatan humanis. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) kepada siswa TK Muslem Binus International School dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2026, Kamis (12/02).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para siswa taman kanak-kanak dengan penuh semangat. Dalam suasana edukatif dan menyenangkan, personel Satuan Lalu Lintas memperkenalkan dasar-dasar keselamatan di jalan raya, mulai dari pengenalan rambu hingga praktik sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menjelaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan metode pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Materi disampaikan melalui metode interaktif, simulasi, dan dialog ringan yang disesuaikan dengan usia anak-anak agar lebih efektif dan membekas.
Dalam sesi praktik, anak-anak diajarkan tahapan menyeberang jalan dengan prinsip “lihat kanan, lihat kiri, dan lihat kanan kembali”. Mereka juga dikenalkan pentingnya menggunakan fasilitas penyeberangan seperti zebra cross sebagai bentuk disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Selain itu, personel Satlantas mengenalkan fungsi helm dan sabuk pengaman. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas, serta peran orang tua sangat penting dalam memastikan keamanan anak saat berada di jalan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang sedang berlangsung di wilayah hukum Polresta Barelang. Operasi tersebut mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada razia. Ia menegaskan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami mengajak para orang tua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Gunakan helm, patuhi rambu, lengkapi surat-surat kendaraan, dan utamakan keselamatan. Edukasi sejak dini seperti ini akan lebih kuat jika didukung perilaku orang tua di rumah,” tegasnya.
Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, diharapkan tertanam budaya disiplin berlalu lintas sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum dan berkontribusi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di Kota Batam. Polresta Barelang pun berkomitmen terus menghadirkan program edukatif serupa sebagai wujud pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (*)



