Jumat, 3 April 2026

Polsek Batuaji Kejar Pelaku Dugaan Penipuan Paket Sembako Murah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga memperlihatkan kupon sembako murah palsu yang dibagikan kepada warga di Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus dugaan penipuan sembako murah yang dialami ratusan warga di Batuaji, Kota Batam, resmi dilaporkan ke Polsek Batuaji.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Budi Santoso, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban pada Rabu (3/3/2022).

“Saat ini masih lidik dan pengumpulan data,” ujarnya, Kamis (3/3/2022).

Ia mengatakan, informasi yang diperoleh, pelaku sudah keluar dari Batam.

“Beberapa korban sudah kita mintai keterangan,”ujarnya.

Ia membenarkan jika pelaku adalah oknum RT yang menetap di kawasan Puskopkar Batuaji.

“Benar (oknum RT) berdasarkan laporan korban. Inisialnya PA,” katanya.

Menurutnya korban yang melapor ke pihaknya ada dua orang, yakni Sukmawati dan Oktavila.

Baca Juga: Ratusan Warga Batam Tertipu Pembelian Paket Sembako Murah

Ia memaparkan, kerugian yang dialami keduanya mencapai Rp 73.930.000.

Korban lanjutnya, sempat mencari PA kekediamannya namun tidak membuahkan hasil.

Masni warga yang juga menjadi korban penipuan mengatakan, ia dijanjikan akan diberikan paket sembako seharga Rp 60 ribu.

“Ada banyak di sekitar Hnyundai yang tertipu” ujarnya.

Ali warga lainnya menjelaskan, sembako mandiri tersebut dapat diperoleh warga dengan sistem bayar di depan.

“Iya bayar dulu baru barang akan diterima warga beberapa hari kemudian,” tambah Ali.

Kata dia, sembako yang dijanjikan itu berupa beras 5 kilogram, telur 10 butir, indomi 5 bungkus, gula 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter. Paket sembako itu lanjutnya, dibanderol Rp 60 ribu.

“Seharusnya Senin 28 Febuari kemarin kami terima (paket sembako) tapi sampai sekarang belum dapat juga. Padahal sudah kami bayar dan kupon sudah ditangan. Kupon ini dari Korlap perumahan masing-masing,” katanya.

Kata dia, penyedia sembako mandiri beralasan bahwa kendaraan transportasi pengangkut sembako mengalami kendala rusak mesin. Hal ini membuat pendistribusian sembako kepada warga terhambat.

“Korban di perumahan kami sekitar 60 KK belum termasuk di perumahan lainya. Informasinya korban banyak dan mengalami hal yang sama,” katanya.(*)

Reporter: Dalil Harahap

UPDATE