Selasa, 3 Maret 2026

Polsek Batuaji Periksa Operator Louder yang Menewaskan Dua Pekerja di Galangan Alusteel Shipyard

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Detik-detk kecelakaan kerja yang menewaskan dua pekerja di PT Alusteel Shipyard, Tanjunguncang yang tertabrak buldozer di dalam area perusahaan tersebut, Rabu (8/3/2023). Foto: Tangkapan layar rekaman CCTv

batampos – Polsek Batuaji mulai memperiksa saksi-saksi terkait kecelakaan kerja yang menewaskan Richard Sirait, 56 dan Ani Aslimin, 41 dua pekerja di kawasan galangan Alusteel Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (8/3/2023) lalu.

Kapolsek Batuaji, Kompol Restia Octane Guchy, mengatakan, saksi kunci yang sedang diperiksa adalah operator alat berat buldozer yang melindas kedua korban.

Keterangan sementara dari saksi ada kesalahan dengan mesin alat berat tersebut sehingga mundur mendadak dan terjadi kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Pengurus Iperindo Kepri Komit Memajukan Industri Galangan Kapal di Kepri

“Itu keterangan sementara, pastinya (mogok atau tidaknya buldozer) nanti kita cocokan dengan saksi ahli di bagian alat berat itu. Kita akan panggil saksi ahli,” ujar Guchy.

Keterangan saksi operator alat berat itu penting untuk mengetahui penyebab pasti kenapa alat berat itu bisa bergerak mundur saat berada di tanjakan dan menewaskan dua pekerja tadi.

“Kejadiannya kan gini. Dua korban ini sedang dalam mobil pick up yang mogok di tanjakan dalam kawasan perusahaan. Saat bersamaan alat berat tadi nanjak juga. Setelah melewati mobil pick up, tiba-tiba bergerak mundur alat berat itu dan lindas pick up yang didalamnya ada dua korban tadi,” terang Guchy.

Baca Juga: PMI Ilegal Ditampung di Apartemen di Batam

Ia menjelaskan, untuk memastikan kenapa alat berat itu bisa bergerak mundur polisi mulai periksa sang operator dan dilanjutkan dengan keterangan saksi ahli nantinya.

“Awalnya saksi yang ada di lokasi dulu kita periksa. Operator dan satu rekannya lagi. Manajemen dan pihak yang berkaitan dengan perusahaan lagi kita jadwalkan pemeriksaan nya karena ada tiga perusahaan yang terlibat di dalamnya,” ujar Guchy.

Tiga perusahaan ini selain PT Alusteel Shipyard selaku pemilik kawasan galangan, juga ada PT GMC pemilik alat berat dan PT PT Nx selaku mekanik dan operator alat berat tadi.

“Jadi agak ribet karena ada tiga perusahaan itu. Lagi kita jabarkan siapa-siapa saja yang mau kita periksa,” kata Guchy.

Baca Juga: PLN Peduli Hadir untuk Korban Longsor di Natuna, Beri Paket Sembako Hingga Pulihkan Listrik

Terkait kedua korban yang sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sebut Guchy kini sudah diserahkan kembali ke keluarga untuk dimakamkan.

“Karena jelas ini kejadiannya kecelakaan kerja yang terekam CCTv dan ada saksi. Proses nya tetap berjalan walaupun korban-korban sudah dimakamkan,” kata Guchy.

Selain memeriksa saksi, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, lokasi kejadian serta mobil pick up dan alat berat tadi sudah dipasang garis polisi agar tidak diganggu oleh pihak manapun.(*)

Reporter: Eusebius Sara

SALAM RAMADAN