
batampos – Dalam sepekan terakhir, Polsek Sagulung berhasil mengungkap dua kasus asusila yang melibatkan korban anak di bawah umur. Kedua kasus ini berbeda modus, namun sama-sama menyasar anak-anak, dan menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
“Anak-anak adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. Kami mengimbau orangtua agar tidak lengah. Pelaku bisa berasal dari lingkungan terdekat, bahkan orang yang dikenal baik,” tegas Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, Jumat (3/10).
Baca Juga: Pacari Remaja 15 Tahun, Pemuda di Sagulung Ditangkap karena Diduga Lakukan Asusila
Kasus pertama melibatkan seorang oknum guru ngaji yang dikenal sebagai tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya. Ironisnya, pelaku justru menyalahgunakan kepercayaan warga dengan mencabuli muridnya sendiri, yang masih di bawah umur.
Perbuatan bejat ini dilakukan berulang kali sebelum akhirnya terbongkar dan membuat heboh warga sekitar.
Kasus kedua terjadi dengan modus hubungan pacaran. Seorang remaja laki-laki ditetapkan sebagai tersangka karena dua kali melakukan perbuatan asusila terhadap pacarnya yang juga masih berusia di bawah umur.
Baca Juga: Kasus Pencabulan Guru Ngaji di Sagulung, Polisi Pastikan Korban Tiga Orang
Kasus ini terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perubahan sikap anaknya dan melaporkannya ke polisi. Unit Reskrim Polsek Sagulung kemudian mengamankan pelaku dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.
Polsek Sagulung menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap pelaku kejahatan seksual, terutama yang menyasar anak-anak. Selain memproses hukum pelaku, polisi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan traumanya.
“Selain penegakan hukum, pencegahan harus dilakukan bersama. Orangtua tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pembinaan anak kepada orang lain. Mereka adalah benteng utama,” jelas Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan aparat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. (*)
Reporter: Eusebius Sara



