Selasa, 17 Februari 2026

Pompa Air Bakal Diandalkan Atasi Banjir

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Memasuki musim hujan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengintensifkan pengangkatan sedimen atau normalisasi di saluran air, dalam upaya meminimalisir banjir. Sementara untuk antisipasi jangka panjang, bakal disiapkan sejumlah teknologi demi mempercepat pembuangan air agar tak banjir. Tak tanggung-tanggung, demi mengatasi persoalan banjir ini, juga bakal disiapkan anggaran puluhan miliar rupiah.

Ruas jalan yang banjir di Jalan Imam Bonjol, Nagoya dan Jalan Duyung, Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, mengatakan, jelang akhir ta­hun, Batam cenderung dilan­da hujan. Sehingga, diperlukan antisipasi mencegah terjadinya banjir. Di antaranya, diperlukan tindakan jangka pendek, mene­ngah, dan panjang. Jangka pendek yakni dengan normalisasi drainase lebih diprioritaskan. Sementara jangka panjang adalah pengaplikasian sistem teknologi.


”Sistem teknologi yang kami rencanakan adalah pemasangan pompa air. Alat ini akan membantu mengantisipasi terjadinya banjir,” jelasnya, Kamis (31/8).

Terkait titik banjir, Suhar menyebutkan, lebih diprioritaskan untuk mengatasi di kawasan permukiman. Hal tersebut karena bisa mengancam kehidupan warga yang terdampak di titik banjir tersebut.

Sementara untuk penanganan banjir di Simpang Kepri Mall, Batam Kota, mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini mengungkapkan, juga masih menjadi prioritas kedua usai banjir di kawasan permukiman.

Suhar menjelaskan, Simpang Kepri Mall masih ada proyek pengerjaan jalan. Sehingga, menurutnya terlalu berisiko jika menyiapkan anggaran pengadaan pompa jika penger-jaan belum usai.

Untuk itu, penuntasan persoalan banjir masih akan dipri-oritaskan di wilayah permukiman. Tahun lalu, pihaknya sudah mengusulkan untuk pengadaan pompa di wilayah Bengkong dan Marina. Namun, hal ini belum bisa terwujud, karena keterbatasan anggaran. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak penambahan debit air, pihaknya melakukan pengangkatan sedimen atau normalisasi.

Hal ini guna memperlancar air dari hulu ke hilir. Suhar menjelaskan, penuntasan persoalan banjir di Batam, tidak bisa hanya mengandalkan gravitasi, makanya dibutuhkan pengaplikasian teknologi.

”Simpang Kepri Mall juga akan menerapkan sistem yang sama yakni penerapan teknologi pompa, rencananya,” ungkap Suhar.

Ia memperkirakan, untuk mengatasi persoalan banjir di beberapa kawasan dan titik krusial seperti Simpang Kepri Mall, membutuhkan biaya kurang lebih Rp 20 miliar. Angka tersebut untuk pembelian pompa, serta pemasangan instalasi untuk mendorong berfungsinya pompa. Selain itu, juga harus dibenahi saluran air yang ada di sekitar titik banjir tersebut.

”Itu adalah pompa yang paling kecil kapasitasnya. Tapi saya rasa cukup lah untuk mengatasi persoalan titik banjir di permukiman dan Simpang Kep-ri Mall,” sebutnya.

Pemko Batam masih memiliki tugas untuk menyelesaikan 20 titik banjir yang masih ada. Untuk itu, diperlukan dukungan semua pihak, termasuk mitra kerja di DPRD Batam.

”Mungkin harus komitmen bersama. Jika banjir sudah masuk skala prioritas, maka harus diterapkan teknologi ini. Agar titik banjir bisa dikurangi,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa wilayah di Kota Batam menjadi langganan banjir tiap hujan deras mengguyur. Seperti, Simpang Kepri Mall, Batam Center; Simpang Helm, Batam Center; Jalan Duyung, Seijodoh; dan masih banyak lainnya. Sementara, beberapa perumahan yang kerap dilanda banjir antara lain Perumahan Legenda Bali, Batam Center; serta beberapa perumahan lain di wilayah Batuaji. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Update