
batampos – Potensi hujan di Kepri meningkat dalam beberapa hari ini. Peningkatan ini disebabkan dua faktor yakni Indian Ocean Dipole (IOD) negatif signifikan, daerah pertemuan angin dan shirline (belokan angin) di wilayah Kepulauan Riau.
IOD adalah fenomena osilasi suhu air permukaan laut yang tak teratur yang menyebabkan wilayah barat Samudra Hindia lebih hangat (di fase positifnya) dan lebih dingin (di fase negatifnya) dibandingkan wilayah timur Samudra Hindia.
“IOD belum ada tanda-tanda netral. Sehingga potensi hujan bisa terus terjadi,” kata Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Fauzan Latif, Minggu (21/8).
Fauzan mengatakan untuk Senin (22/8) potensi hujan masih sama seperti Minggu (21/8). Selain disebabkan IOD, ada juga faktor kelembaban udara lapis atas yang cukup basah serta adanya shirline. Sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Kepulauan Riau.
“Secara umum, kondisi cuaca esok hari diperkirakan berawan. Namun, berpotensi hujan ringan hingga sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terutama pada pagi dan siang hari,” tuturnya.
Dari data BMKG Hang Nadim, di Batam hujan diperkirakan turun dari pagi hingga siang hari. Di Anambas hujan lebih lama turun, dari pagi hingga sore hari. Di Bintan diperkirakan terjadi hujan dengan kategori lebat dan disertai petir dari pagi hingga siang hari.
Di Karimun potensi hujan turun dari siang hingga malam hari. Di Lingga dan Natuna potensi hujan turun dari pagi hingga malam hari. Di Tanjungpinang itu hujan lebat dari pagi hingga siang hari.
“Imbauan kami, masyarakat harap waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir, kilat dan angin kencang, di wilayah Tanjungpinang, Bintan dan Natuna,” ungkap Fauzan.
Selain itu, bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, diimbau agar lebih waspada akan potensi gelombang laut yang mencapai ketinggian 2,5 meter di Anambas dan Natuna. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



