Sabtu, 17 Januari 2026

Prodia Hadirkan Edukasi Monitoring Nutrisi sebagai Pendekatan Terpadu Menuju Kesehatan Optimal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Narasumber Seminar Nasional bertajuk Beyond The Plate: The Power of Personalized Nutrition, dr. Novita Salim, M.Gizi, Sp.GK, Bernard Tarigan, S.Si. dan Kepala Cabang Prodia Batam, Sri Yulianingsih foto bersama peserta seminar. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Nutrisi memegang peran penting tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nutrisi, Prodia menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Beyond The Plate: The Power of Personalized Nutrition, sebuah inisiatif edukatif yang digelar secara berkala di 10 kota besar di Indonesia.

Di Batam seminar yang diikuti 170 peserta ini digelar di Hotel Planet Holiday, Sabtu (23/8) mulai pukul 09.30 WIB. Dalam seminar ini, Prodia menghadirkan narasumber, dr. Novita Salim, M.Gizi, Sp.GK dan Bernard Tarigan, S.Si.

Peran nutrisi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Nutrisi berperan vital dalam membentuk jaringan tubuh, menghasilkan energi, hingga menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Ketidakseimbangan asupan nutrisi, baik kelebihan maupun kekurangan, dapat menjadi awal munculnya berbagai penyakit.

Saat ini, pendekatan terhadap nutrisi telah berkembang melalui ilmu nutrigenomik, yakni pemahaman terhadap respons tubuh terhadap makanan. Pendekatan ini membuka jalan bagi personalized nutrition, di mana pola makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap individu berdasarkan profil genetiknya.

Dengan nutrigenomik, setiap individu kini dapat menyusun strategi pola makan yang selaras dengan profil genetik masing-masing. Ini menandai babak baru dalam pengelolaan nutrisi yang dipersonalisasi, memungkinkan upaya gaya hidup sehat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam mengukur kadar nutrisi terutama micronutrient dan trace element, Prodia memanfaatkan teknologi mass spectrometry dan teknik separasi canggih yang memungkinkan deteksi spesifik hingga ke konsentrasi zat yang sangat rendah, menjadikan pemeriksaan nutrisi sebagai bagian integral dari pemantauan gaya hidup sehat yang berbasis sains.

Narasumber pertama dr. Novita Salim, M.Gizi, Sp.GK menjelaskan pendekatan nutrigenomik memungkinkan untuk memahami bagaimana tubuh seseorang merespons makanan berdasarkan susunan genetiknya. Sehingga, setiap individu dapat mengetahui kecenderungan genetiknya terhadap metabolisme nutrisi tertentu.

“Hal ini sangat membantu dalam menyusun intervensi pola makan yang lebih akurat dan efektif sesuai kebutuhan individu. Langkah selanjutnya juga tidak kalah penting yaitu monitoring status nutrisi sebagai parameter pemantuan pengaturan pola makan yang telah dijalani,” Jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan untuk mengetahui kadar nutrisi secara akurat bahkan pada level yang sangat rendah atau di kenal dengan trace element.

“Prodia Nutrigenomic menganalisis lebih dari 50 gen dan lebih dari 170 variasi genetik yang mencakup dua aspek utama, yaitu nutrisi dan olahraga untuk memberikan panduan gaya hidup yang benar-benar personal,” paparnya.

Di tempat yang sama, narasumber kedua yakni Bernard Tarigan, S.Si sebagai Regional Product Executive Prodia Sumatra menegaskan seminar ini, Prodia ingin mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pemantauan kadar nutrisi secara berkala sebagai bagian dari evaluasi gaya hidup sehat yang telah dijalankan.

“Hal ini juga dapat menjadi pembeda pemeriksaan nutrigenomik di Prodia, yaitu bagaimana mengoptimalkan hasil Prodia Nutrigenomic dengan kelengkapan pemeriksaan lain yang ada di Prodia agar memberikan manfaat yang nyata baik bagi individu maupun pada level komunitas yang lebih besar. Pemeriksaan tersebut tersedia di Prodia terdekat, serta melalui aplikasi U by Prodia.”tegasnya.

Sementara, Kepala Cabang Prodia Batam, Sri Yulianingsih, mengatakan seminar ini digelar untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dengan pendekatan pemeriksaan nutrigenomik. Prodia berkomitmen mendukung masyarakat Indonesia menuju hidup sehat,” ujar Sri.

Ia menyebutkan, seminar ini diikuti sekitar 170 peserta, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 150 orang. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelanggan Prodia hingga komunitas kesehatan di Batam.

Dalam acara ini, moderator dr Oksayana Lustari menegaskan pentingnya pemeriksaan nutrigenomik untuk mengetahui kebutuhan gizi setiap individu.

“Setiap orang memiliki DNA yang berbeda, sehingga kebutuhan nutrisi dan kalori juga berbeda. Pemeriksaan ini membantu kita mengetahui kebutuhan tersebut secara personal,” jelasnya.

Menurutnya, setelah pemeriksaan dilakukan, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter gizi klinis agar pola makan dan gaya hidup lebih tepat sasaran.

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dengan menghadirkan para pakar di bidang nutrisi, dokter, dan genetika. Para peserta akan diajak memahami lebih dalam bagaimana pendekatan nutrisi berbasis genetik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional selama 10 tahun berturut-turut.

Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 7 April 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 360 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinicsyang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id. (*)

Reporter: Yashinta

Update