
batampos.co.id – Komunitas Motbar (Motret Bareng) UMKM Batam menggelar workshop fotografi di atrium Kepri Mal, Sabtu (4/12). Kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing produk UMKM Batam melalui fotografi ini digelar gratis untuk umum.
Apalagi dimasa Pandemi Covid-19 ini, banyak pelaku UMKM yang menawarkan produk melalui media sosial. Sehingga foto yang menarik menjadi peran yang sangat penting dalam memasarkan produk.
Ketua Penyelenggara, Meyani Kristina Ningrum mengatakan kegiatan serupa digelar hampir setiap bulan. Namun, untuk kali ini digelar lebih terbuka untuk umum, sehingga manfaatnya bisa dirasakan banyak orang, terutama pelaku UMKM di Batam.
“Biasanya kami gelar interen saja antar anggota Motbar. Dan kali ini kami coba show untuk umum, Alhamdulilah peminatnya luar biasa. Kegiatan ini juga tanpa dipungut biaya alias gratis,” terang Meyani yang juga menjadi instruktur workshop tersebut.
Dikatakannya, produk UMKM di Batam sudah sangat beragam dan memiliki kualitas yang baik. Hanya saja, dari sekian banyak UMKM, masih banyak yang belum maksimal cara memasarkan produknya. Mulai dari pengemasaan hingga foto produk.
“Padahal, jika pengemasaan cantik harga jual di pasaran pastinya bisa lebih tinggi. Begitu juga dengan foto, masih banyak yang belum paham. Foto itu harus menarik, sehingga orang tertarik,” tegas Meyani.
Menurut dia, untuk mendapatkan foto yang menarik tak harus menggunakan kamera DSLR. Sebab menggunakan ponsel saja, seseorang bisa mendapatkan foto menarik dan indah dipandang mata. Asal, tahu cara pengambilannya.
“Dalam kegiatan ini kami memakai ponsel low budget sekitar 2 jutaan, semua orang rata-rata punya. Jadi tak perlu kamera mahal untuk mendapatkan foto bagus, kalau memang punya silahkan. Tujuan kami ya memudahkan pelaku UMKM,” ungkapnya
Untuk mengambil foto produk, seseorang harus kenal dengan cahaya. Mereka harus memperhatikan cahaya di sekitar produk. Jika berada diluar ruangan, waktu foto yang baik itu antara pukul 09.00 WIB-11. 00 WIB, dan akan lebih baik jika menggunakan lampu. Kemudian, harus memperhatikan komposisi foto dan angle foto harus disesuaikan dengan produk.
“Untuk background diusahakan jangan yang bercorak dan lebih menonjol dari produk. Untuk media sosial, lebih aman memakai warna putih atau crem,” imbuhnya.
Novi, salah satu peserta kegiatan berterimakasih atas ilmu memotret produk yang diajarkan. Dari kegiatan tersebut, ia bisa lebih paham bagaimana cara mengambil angle yang baik, sehingga mendapatkan foto menarik.
“Selama ini asal motret saja untuk produk jualan, sekarang saya bisa lebih paham. Sepertinya harus banyak belajar lagi agar bisa dapat foto semenarik mungkin,” kata Novi. (*)
Reporter: Yashinta



