
batampos – BP Batam optimistis program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) mampu mendorong percepatan capaian sanitasi aman di Kota Batam, bahkan berpotensi melampaui target nasional sebelum waktunya.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, LLTT merupakan bagian dari dukungan BP Batam terhadap program pemerintah terkait sanitasi layak dan sanitasi aman.
Sanitasi layak berarti setiap bangunan telah memiliki fasilitas pengelolaan air limbah domestik menggunakan septic tank. Sementara sanitasi aman menuntut adanya pengolahan lebih lanjut terhadap air limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan.
Baca Juga: Jelang Nataru, Lonjakan di Pelabuhan Domestik Sekupang Diperkirakan Mulai 20 Desember
“Melalui program LLTT yang dilakukan setiap tiga tahun sekali, pengelolaan septic tank menjadi lebih terjamin. Pemerintah menargetkan 30 persen sanitasi aman pada 2029,” katanya, Minggu (7/12).
Di Batam, dari 340 titik layanan, sekitar 300 di antaranya akan dikelola melalui program LLTT. Dengan optimalnya implementasi ini, Tuty menyebut, capaian sanitasi aman di kota ini berpotensi melonjak signifikan.
“Kalau LLTT diterapkan merata, target sanitasi aman bisa mencapai 80–90 persen pada 2026 atau 2027, jauh lebih cepat dari target nasional 2029,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen ini sejalan dengan predikat Batam sebagai kota sehat. Salah satu indikator penilaiannya adalah pengelolaan air limbah domestik yang berjalan secara terintegrasi.
Baca Juga: Napi Lansia Asal Singapura Sakit Kritis di Batam, Keluarga Minta Pengampunan Presiden
“Sebelum 2029, kita berpotensi sudah berada di angka 80-90 persen. Untuk itu kami memohon dukungan semua pihak agar program LLTT berjalan lebih efektif dan menyeluruh,” kata dia.
Program LLTT telah menjadi salah satu instrumen vital BP Batam untuk memperkuat infrastruktur sanitasi dan menjaga kualitas lingkungan, terutama seiring dengan pertumbuhan penduduk serta pembangunan di kota industri dan jasa tersebut. (*)
Reporter: Arjuna



