Minggu, 18 Januari 2026

Program MBG di Batam Bertambah, Kini Menjangkau 13 Sekolah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Murid SDN 03 Bengkong saat menikmati makanan bergizi gratis. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus berkembang, dengan cakupan yang kini bertambah menjadi 13 sekolah dari sebelumnya hanya empat sekolah di Kecamatan Bengkong. Program ini akan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan beberapa penyesuaian.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan hasil koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan MBG tetap berjalan selama Ramadan. Akan tetapi, teknis pelaksanaannya masih menunggu keputusan final dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menjelaskan, makanan yang diberikan dalam program ini bisa dibawa pulang oleh siswa muslim untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Sedangkan siswa non-muslim tetap dapat makan di rumah masing-masing, dengan imbauan agar tidak makan di depan teman-temannya yang sedang berpuasa.

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Meninggi, Warga Batuaji Harap Pemerintah Bertindak Cepat

Untuk menghindari konsumsi makanan secara diam-diam di jalan, para guru akan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menghormati teman yang berpuasa.

“Kemungkinan guru akan mengedukasi anak-anak agar makanan ini dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Ini agar tidak ada yang makan diam-diam di jalan,” katanya, Kamis (27/2).

Terkait jenis makanan yang akan dibagikan selama Ramadan, dia mengaku belum mendapatkan kepastian apakah dalam bentuk makanan berat atau hanya kue kering.

“Saya belum mendapat gambaran, yang tahu kepala SPPG. Kami di dinas hanya mengorganisir agar pelaksanaan MBG berjalan tertib dan rapi,” kata Tri.

Program MBG ini melibatkan berbagai sektor, termasuk BPOM, SPPG, Dinas Kesehatan, Polresta, dan Kodim, yang semuanya bekerja sama untuk memastikan program berjalan dengan baik.

Saat ini, MBG menjangkau 9.758 siswa dari tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bengkong, Seibeduk, dan Batamkota. “Kami terus berkoordinasi dengan SPPG dan instansi terkait lainnya agar kualitas makanan yang diberikan tetap terjaga,” tambahnya.

Pelaksanaan MBG saat ini didukung oleh tiga dapur yang beroperasi di bawah mitra BGN. Dapur-dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Siap di Kecamatan Bengkong, Yayasan Darul Solohin di Kecamatan Batamkota, dan Yayasan Yon Kenedia di Kecamatan Seibeduk.

Sementara itu, dapur utama milik BGN masih menunggu waktu untuk beroperasi. Saat ini, pengadaan dapur masih dalam tahap pemutakhiran juknis berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.

Baca Juga: Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Batam Beraksi Menggunakan Mobil Rental

“Kami menunggu juknis dari BGN. Sebelumnya juknis untuk pengadaan dapur sedang diperbarui berdasarkan evaluasi program yang sudah berjalan,” ujar dia.

Koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan dilakukan secara berkala melalui rapat evaluasi dua minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan MBG di Batam.

“Kami melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali. Ini tidak semudah yang dibayangkan, maka perlu ada evaluasi berkala,” ujar Tri.

Ke depan, program ini juga akan diperluas dengan menambah mitra dapur yang saat ini sedang dalam tahap asesmen oleh BGN. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berharap, dengan adanya koordinasi yang baik, MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi siswa. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Update