
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat mulai menunjukkan dampaknya di Batam. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mencatat sebanyak 3.125 siswa madrasah telah terlayani hingga awal September 2025.
“Di Batam, program ini sudah berjalan di sedikitnya 15 madrasah negeri dan swasta. MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Batam menjadi salah satu pelaksana terbesar dengan 648 siswa penerima,” kata Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan, Rabu (10/9).
Selain MAN 2 Batam, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1 Batam melayani 944 siswa, MIS Al-Muttaqin 371 siswa, dan MIS Iskandar Muda 221 siswa. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring proses pendataan madrasah lain yang masih berlangsung.
“Program ini baru dimulai sejak Juli lalu, jadi ke depan tentu penerimanya akan lebih banyak lagi,” ujar Budi.
Baca Juga: SMAN 27 Batuaji Resmi Beralih Jadi SMKN 12 Batam
Budi bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Batam, Andika Setiawan, turun langsung meninjau pelaksanaan di MAN 2 Batam untuk memastikan program berjalan baik.
Menurutnya, MBG hadir sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam menjamin pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak. Ia berharap, dengan asupan bergizi di sekolah, siswa bisa tumbuh sehat, cerdas, aktif, serta bersemangat dalam belajar.
“Manfaat program ini tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga meringankan beban orang tua. Anak-anak yang sehat tentu akan lebih berprestasi dan mampu bersaing di masa depan,” tambahnya.
Baca Juga: 16 Titik Banjir Tersebar di Bengkong
Sejauh ini, madrasah penerima program MBG di Batam antara lain MIS Tarbiyyatul Hidayah, MI Miftahul Ulum Batam Kota, MIS An Nisaa, MIS Terpadu Sayyidatu Haiba, MIN 1 Batam, MIS Restu Bunda, serta sejumlah MTs seperti MTs Iskandar Muda, MTs Darul Ihsan, MTs Nurul Iman, MTs Darul Falah, dan MTs Al-Muttaqin.
Selain pendistribusian makanan, program ini juga dimaksudkan sebagai sarana edukasi gizi kepada siswa, guru, dan orang tua. Dengan begitu, MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat. (*)
Reproter: Rengga Yuliandra



