
batampos – Program bantuan pinjaman tanpa bunga dari Pemerintah Kota Batam belum berjalan mulus. Hingga akhir Juli lalu, dari 653 pelaku usaha yang mengajukan bantuan, baru 9 UMKM yang berhasil lolos hingga tahap akad kredit.
Padahal, skema yang digulirkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam ini disebut sebagai program bantuan modal lunak paling ringan, karena tanpa bunga dan dijamin oleh pemerintah daerah. Namun kenyataannya, serapan program masih jauh dari target.
“Kendala utamanya di proses verifikasi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Banyak yang tidak lolos karena punya riwayat kredit macet, atau tanggungan pinjaman lain,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Batam, Salim, Rabu (24/9).
Baca Juga: Isna Puring: UMKM Binaan BI yang Mengubah Gulma Jadi Devisa
SLIK sendiri merupakan sistem yang dikelola oleh OJK untuk melacak histori kredit seseorang, termasuk tunggakan cicilan, pinjaman konsumtif, hingga kartu kredit. Jika skor tidak memenuhi, maka pengajuan langsung gugur.
“Kalau tidak lolos SLIK, otomatis tidak bisa diproses meskipun usahanya aktif,” tambah Salim.
Pinjaman tanpa bunga ini disalurkan melalui Bank BTN Cabang Batam, dengan plafon maksimal Rp20 juta per pelaku usaha. Menariknya, bunga pinjaman sepenuhnya ditanggung oleh Pemko Batam.
“Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp2 miliar hanya untuk membayar bunga pinjaman ini. Jadi pelaku usaha tidak terbebani bunga sama sekali,” jelas Salim.
Total dana yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp20 miliar, dengan harapan bisa membantu ratusan UMKM di Batam. Namun sejauh ini, realisasinya baru menyentuh angka puluhan juta rupiah saja.
Pemerintah berharap, program ini tetap bisa berjalan optimal meski menghadapi hambatan teknis. Salim juga mengimbau pelaku usaha yang belum mengajukan untuk tidak takut mencoba, selama yakin bisa mengelola pinjaman dengan baik.
“Kalau usahanya aktif, dan SLIK bersih, ajukan saja. Ini kesempatan besar untuk tumbuh tanpa dibebani bunga pinjaman,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



