
batampos -Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali melanjutkan program pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, serapannya masih rendah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, mengatakan, skema pembiayaan tersebut telah berjalan sejak 2025. Pemerintah daerah berupaya memberi dukungan nyata bagi UMKM agar dapat berkembang melalui akses pembiayaan yang lebih ringan.
Namun, implementasi program belum berjalan optimal. Dari total anggaran Rp3 miliar yang disiapkan, sebagian besar dana belum tersalurkan dan masih mengendap di bank mitra, yakni Bank BTN Batam.
“Dari target 1.500 pelaku UMKM, baru 19 yang lolos verifikasi dan menerima pinjaman. Anggaran yang sudah kita siapkan sebesar Rp3 miliar,” ujar Salim, Jumat (27/3).
Ia mengungkapkan sejumlah kendala yang menghambat penyaluran, di antaranya keterbatasan akses lokasi. Banyak pelaku usaha berada di wilayah hinterland yang jauh dari kantor layanan perbankan, sehingga menyulitkan proses pengajuan.
“Lokasi usaha yang jauh dari bank menjadi salah satu hambatan, sehingga penyaluran belum merata,” katanya.
Selain faktor geografis, persoalan administrasi juga menjadi penghalang. Sejumlah pelaku UMKM tidak memenuhi syarat akibat catatan pada sistem layanan informasi keuangan atau BI Checking.
Rendahnya tingkat serapan mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap skema yang berjalan, termasuk menjajaki kerja sama dengan mitra perbankan lain. Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM tengah membuka komunikasi dengan Bank Riau Kepri guna memperluas akses pembiayaan.
“Kami sedang melakukan penjajakan dengan Bank Riau Kepri untuk mendukung penyaluran program ini,” ujar dia.
Program pinjaman tanpa bunga tersebut merupakan bagian dari 15 program prioritas kepala daerah. Pemerintah berharap penyalurannya ke depan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan berjalan lebih efektif dibandingkan tahun sebelumnya.(*)



