
batampos – Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) terus menunjukkan progres signifikan. Proyek infrastruktur strategis senilai Rp17 triliun ini kini memasuki tahap lelang untuk review design, setelah proses uji tanah atau soil test tuntas dilakukan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa hasil soil test akan menjadi dasar penting dalam penyempurnaan desain akhir jembatan. Setelah desain rampung, Pemprov Kepri akan melanjutkan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk membahas kelanjutan proyek.
“Sekarang masih dalam proses lelang review design. Soil test sudah selesai dan itu jadi bahan utama untuk penyempurnaan desain,” katanya, Minggu (6/7) di Batam.
Menurutnya, penyusunan desain yang matang akan menjadi pijakan sebelum proses lelang konstruksi dilakukan. Target pembahasan lanjutan bersama pemerintah pusat akan dilakukan pada akhir tahun 2025 ini.
“Kalau desain-nya sudah selesai nanti, akhir tahun kita bahas sama pemerintah pusat. Dan dari sinyal yang ada, pemerintah pusat serius, kok, mendukung itu,” kata Ansar.
Jembatan Babin akan menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 14,6 kilometer. Bentangan utama jembatan direncanakan sepanjang 7,6 kilometer, menghubungkan Pulau Batam, Bintan, serta kawasan strategis lainnya seperti Pulau Rempang dan Galang.
Pemprov Kepri memang tidak memiliki kewenangan melelang proyek berskala nasional seperti ini. Proses pengadaan dan pendanaan sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat.
“Lelang nanti tergantung pemerintah pusat. Yang melelang itu bukan kita, tapi pemerintah pusat,” ujar dia.
Meski demikian, Ansar memastikan bahwa Pemprov Kepri akan terus aktif mendorong agar proyek ini mendapat prioritas nasional. Ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis dan pembiayaan pembangunan.
“Kita sudah diskusi sama Kementerian PUPR. Jadi untuk pembiayaan dan lainnya, mereka mendukung penuh. Tapi kita di daerah harus tetap proaktif,” ujarnya.
Apabila tahap desain telah final di tingkat daerah, maka langkah selanjutnya adalah memperkuat dukungan politik dan administratif dari pemerintah pusat, termasuk melalui lobi ke Presiden dan para menteri terkait.
“Kalau desain selesai, itu finish di tingkat kita. Tapi kita harus kuat mendorong. Nanti kita minta dukungan dari Pak Presiden dan para menteri,” katanya.
Dia berharap, proyek Jembatan Babin tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur Kepri, tapi juga pemicu pertumbuhan ekonomi baru, mempercepat konektivitas antarwilayah, dan membuka peluang investasi lebih luas bagi kawasan sepert Batam, Bintan, Rempang, dan Galang.
“Mudah-mudahan bisa segera terbangun. Ini mimpi besar kita bersama untuk mendorong Kepri lebih maju dan terhubung secara utuh,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



