
batampos – Proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani dari Simpang Kepri Mall menuju Mukakuning sejauh 3,8 kilometer kini telah memasuki tahap semenisasi. Pengerjaan yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam ini menjadi bagian dari upaya memperluas jalan dari dua jalur menjadi lima lajur untuk meningkatkan kapasitas dan memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proyek ini hampir rampung. Sejumlah alat berat dan para pekerja masih berjibaku menyelesaikan pembukaan row jalan di kedua sisi jalur eksisting. Selain pelebaran badan jalan, pengerjaan juga mencakup pembangunan sistem drainase dan gorong-gorong untuk mencegah banjir saat hujan lebat.
Selama proyek berlangsung, kemacetan panjang kerap terjadi, terutama di jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Arus lalu lintas sementara diatur di dua jalur yang masih aktif, sementara area proyek dibatasi garis pembatas untuk menjaga keselamatan. Pengendara juga diimbau untuk tidak melaju kencang karena banyak kendaraan proyek yang keluar-masuk di sepanjang jalur pekerjaan.
Yanti, salah satu warga pengguna jalan, menyampaikan harapannya agar proyek ini segera rampung. “Sudah lama kami menantikan pelebaran jalan ini, apalagi ini akses utama. Selain untuk kelancaran lalu lintas, ini juga memperindah wajah kota Batam,” ujarnya.
Senada dengan itu, Indra, warga lainnya, juga berharap pekerjaan dipercepat. Ia menyoroti kemacetan parah yang kerap terjadi selama proyek berlangsung. “Kalau bisa dikebut penyelesaiannya, karena dampaknya cukup besar bagi pengguna jalan,” katanya.
Proyek ini memang menjadi salah satu prioritas strategis BP Batam dalam rangka memperkuat infrastruktur transportasi di Pulau Batam. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan demi mendukung iklim investasi yang sehat dan dinamis di kawasan ini.
“Pembangunan strategis ini harus kita pacu. Saat ini pengerjaan jalan dari Kepri Mall ke Mukakuning sudah mulai dilakukan dan akan kita genjot penyelesaiannya,” ujar Amsakar, belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur yang baik menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
Amsakar juga menekankan perlunya kepemimpinan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, percepatan pembangunan hanya akan berhasil bila semua pihak saling mendukung. “Pertumbuhan Batam harus ditopang oleh kolaborasi. Infrastruktur yang baik membuka lebih banyak peluang ekonomi,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada aspek fisik, Amsakar juga menyoroti pentingnya pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan warga. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Pemko Batam dan BP Batam untuk tanggap terhadap keluhan masyarakat, termasuk dalam hal kebutuhan dasar dan penanganan banjir yang menjadi masalah tahunan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



