Senin, 6 April 2026

Proyek Revitalisasi Bandara Hang Nadim Mulai Juni Mendatang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat melihat progres pembangunan gudang cargo di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP).

BUP ini dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) (WIKA), selaku pemenang lelang pengadaan BUP proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, usai menandatangani kerja sama tersebut ada beberapa tahapan yang dilalui. Saat ini masuk dalam tahapan penyusunan amandemen untuk pelaksanaan.

“Dan sesuai time line-nya, Juni nanti akan ada peletakan batu pertama untuk dimulainya proyek revitalisasi terminal 1 dan pengembangan terminal 2,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara, Boy Zasmita menjelaskan, tanggungjawab dari BP Batam dalam perjanjian kosesi adalah pembangunan terminal kargo dan overlay landasan pacu bandara.

Hal itu dilakukan agar Bandara Hang Nadim lebih internasional dan lebih bagus. “Anggarannya itu lebih dari Rp 100 miliar,” ujarnya.

Saat ini lanjut Boy, untuk overlay landasan pacu bandara itu telah selesai dan hanya tinggal masa pemeliharaan saja. Dimana, pembangunan overlay landasan ini untuk penebalan landasan, agar pesawat lebih besar bisa mendarat di Hang Nadim.

“Pada prinsipnya itu sudah selesai semua untuk di overlay runway,” katanya.

Kemudian proyek pembangunan terminal kargo, dengan membuat jalur baru. BP Batam, akan membangun gedung baru di ujung jalur tersebut.

Sementara gedung lama, nantinya tidak akan difungsikan lagi, dan akan menjadi terminal penumpang kedua, yang akan dibangun konsorsium.

Untuk progresnya saat ini, terminal kargo masih dalam proses pembangunan tahap akhir. Terminal kargo ini, menurut jadwal dalam kontrak, akan selesai pada bulan Agustus mendatang.

“Progres terminal kargo itu kemungkinan pada saat ini, sudah 90 persen. Cuma tinggal nanti masalah listrik dan lain-lain akan diselesaikan. Tapi kalau untuk bangunan sudah jadi. Mungkin pada saat groundbreaking dia belum bisa dipakai,” imbuhnya.

Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota PT Bandara Internasional Batam sebagai BUP memiliki peranannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.

Sementara itu, Incheon memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.

Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya, memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

Ke depannya, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

UPDATE