Kamis, 15 Januari 2026

Proyek Terminal 2 Bandara Hang Nadim Berlanjut, PT BIB Cari Kontraktor Baru

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Desain Terminal II Bandara Hang Nadim sangat mencerminkan Kota Batam.
Desain terminal II Bandara Hang Nadim Batam yang dipublikasi tahun 2023 lalu. Foto BP Batam untuk Batam Pos.

batampos – Pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam dipastikan tetap berlanjut, meski kerja sama antara PT Bandara Internasional Batam (BIB) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi dihentikan.

Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi menjelaskan bahwa keputusan penghentian kerja sama dilakukan secara baik-baik dan telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Langkah ini, kata dia, diambil untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan optimal dengan dukungan kontraktor yang lebih kuat dari sisi keuangan dan teknis.

“WIKA memang sedang menghadapi kendala keuangan. Jadi kalau pun diteruskan, hasilnya tidak akan optimal. Karena itu kami sepakat mengakhiri kerja sama secara baik. Namun WIKA tetap menjadi salah satu pemegang saham di PT BIB,” ujar Annang, Rabu (5/11).

Baca Juga: Dishub Batam Beberkan Alasan Jalan Menuju Genta I Diblokir

Annang menegaskan, penghentian kerja sama ini tidak disertai sanksi tambahan karena merupakan hasil kesepakatan bersama.

Saat ini, PT BIB tengah menyiapkan dokumen pelelangan untuk mencari kontraktor pengganti yang akan melanjutkan pembangunan Terminal 2.

“Kami targetkan awal 2026 sudah ada kontraktor baru yang siap melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.

Menurutnya, calon kontraktor baru harus memenuhi kriteria yang ketat, baik dari sisi teknis maupun pendanaan dan tidak sedang berada dalam proses restrukturisasi.

“Yang kami pilih nanti adalah kontraktor yang sehat secara finansial dan siap bekerja penuh,” ujarnya.

Baca Juga: BP Batam Bakal Rekrut Tenaga Teknis untuk Pastikan Akurasi dan Kepatuhan Perizinan

Selain fokus pada pembangunan Terminal 2, PT BIB juga tengah menyelesaikan terminal kargo baru yang akan segera dioperasikan. Setelah fasilitas tersebut berfungsi penuh, terminal lama akan dibongkar sebagai bagian dari tahapan pembangunan lanjutan.

“Semuanya kami susun berurutan. Setelah kontraktor baru ditetapkan dan terminal kargo baru dioperasionalkan, barulah terminal lama kami demolis,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Update