Sabtu, 7 Maret 2026

PT Pradana Samudra Lines Tanggung Santunan dan Biaya Pemakaman Kru Korban Tug Boat Mega

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan menanggung seluruh santunan, asuransi, hingga biaya pemakaman para korban dalam insiden tenggelamnya kapal tug boat yang terjadi di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Jumat (6/3/).

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, mengatakan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru kapal yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, seluruh proses santunan hingga pemakaman korban akan ditangani oleh perusahaan.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu (7/3).

Baca Juga: Tarik Tanker di Dock ASL, Tug Boat Mega Tenggelam, Tiga Tewas Satu Hilang

Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tug boat yang tengah melakukan asist atau membantu manuver kapal lain di perairan dekat jetty galangan kapal PT ASL.

Fatur menegaskan bahwa para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal. Dengan demikian, hubungan kerja para kru tidak berada di bawah manajemen PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal tug boat terdorong ombak dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.

Menurut Fatur, saat kejadian sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali penarik, sementara beberapa kru lainnya masih berada di dalam kapal. Kondisi arus laut yang cukup kuat membuat para kru kesulitan menyelamatkan diri ketika kapal mulai terbalik.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” ujarnya.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh proses pemakaman dilakukan di Batam sesuai dengan kesepakatan keluarga.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” kata Fatur.

Sebelumnya, kapal tug boat yang tengah membantu menarik kapal tanker Kyparissia terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang sekitar pukul 14.30 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan menerima laporan kejadian tersebut beberapa jam kemudian dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian.

Dari lima orang kru yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Satu kru lainnya, M. Habib Ansyari, berhasil selamat, sementara Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam. (*)

SALAM RAMADAN