Sabtu, 17 Januari 2026

PT SBS Minta Maaf atas Insiden di Teluk Bakau, DPRD Batam Tuntut Klarifikasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Anas, saat menggelar reses di Kabil, Nongsa. F. Azis Maulana

batampos – PT Sarana Bangun Sejahtera (SBS) menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Teluk Bakau, Nongsa, pada 6 Desember lalu. Video viral memperlihatkan seorang pria yang diketahui bernama Abi, berbicara dengan nada yang dianggap melecehkan anggota DPRD Batam, hingga memicu kontroversi.

Juru Bicara PT SBS, Yusuf Lase, menjelaskan kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman antara vendor alat berat dengan warga sekitar terkait rekomendasi yang diberikan Komisi I DPRD Batam.

“Kami baru mengetahui adanya rekomendasi tersebut setelah permasalahan ini mencuat. Rekomendasi itu sebenarnya ditujukan untuk perusahaan lain yang mengelola lahan di samping lahan yang akan kami kelola,” ujarnya, Rabu (11/12) malam.

Baca Juga: UMP Kepri 2025 Naik, UMK Batam Jadi Sorotan Pengusaha

Yusuf menjelaskan, bahwa insiden terjadi saat pihak vendor alat berat melintasi area yang dikelola oleh perusahaan lain. Akses jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur menuju lokasi lahan PT SBS, sehingga terjadi kesalahpahaman yang berujung pada perdebatan.

“Kami meminta maaf atas ketidaktahuan kami. Vendor kami kini merasa takut. Ia hanya menanyakan dewan apa yang dimaksud warga. Karena ia tidak tahu apa-apa soal DPRD, ia menduga yang dimaksud adalah ‘dewan keamanan’ dari pihak perusahaan sebelah. Kami tidak bermaksud melecehkan siapa pun,” kata dia.

Komisi I DPRD Batam Tersinggung

Sekretaris Komisi I DPRD Batam, Anwar Anas, menyatakan kekecewaannya terhadap pernyataan yang dianggap merendahkan institusi DPRD. Ia menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan bertujuan agar perusahaan tidak melakukan aktivitas apa pun sebelum berkomunikasi dengan masyarakat terdampak.

“Kami sangat tersinggung terhadap pernyataan tersebut. Ini melecehkan nama lembaga kami. Kami akan menyeret kasus ini ke ranah hukum jika tidak ada klarifikasi yang memuaskan,” kata pria yang akrab disapa Acang itu, Kamis (12/12).

Baca Juga: KPU Batam Persiapkan Diri Hadapi Gugatan Paslon 01 di MK

Ia menyoroti upaya pihaknya menjaga nama baik DPRD Batam agar tetap terhormat dan berwibawa. Legislator akan memanggil pihak terkait, termasuk individu yang terlibat dalam video, untuk memberikan penjelasan kepada Komisi I.

“Kami akan memanggil Abi untuk mengklarifikasi pernyataan yang dibuat. Jika perlu, kami akan estafetkan kasus ini ke Badan Kehormatan DPRD dan rapat pimpinan, hingga membawanya ke kepolisian,” katanya.

Permintaan maaf dari PT SBS diharapkan dapat menjadi awal solusi, meskipun pihak DPRD tetap menuntut klarifikasi lebih lanjut untuk meluruskan permasalahan yang terjadi. Insiden ini menjadi sorotan publik, terutama dalam menjaga hubungan antara lembaga pemerintah dan pihak swasta dalam menangani isu-isu yang melibatkan masyarakat. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

 

Update