Rabu, 4 Maret 2026

Puluhan Driver Online di Batam Diduga Jadi Korban Penipuan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Aliansi Driver Online Kota Batam berunjuk rasa di depan kantor Grab Batam, di Ruko Botania 2, Belian, Kota Batam.

batampos – Puluhan anggota komunitas driver online di Batam diduga menjadi korban praktik penipuan dan penggelapan berkedok pendaftaran mitra pengemudi. Kasus ini mencuat setelah Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (KOMANDO) Batam menerima sejumlah laporan dari anggotanya.

Mereka mengaku diminta menyerahkan uang oleh oknum tertentu dengan janji percepatan pembuatan akun Grab. Kasus tersebut terungkap setelah pengurus KOMANDO menelusuri laporan anggota yang merasa tertipu.

Dari hasil penelusuran internal, komunitas menemukan dugaan keterlibatan seorang oknum driver Grab Batam berinisial PNJ yang disebut menjadi bagian dari jaringan penipuan terhadap calon driver baru.

Baca Juga: Jambret yang Viral di Bengkong Sudah Empat Kali Beraksi, Sasar Perhiasan Emas

PNJ kemudian diamankan oleh pihak komunitas untuk dimintai keterangan. Dalam proses interogasi internal, terungkap bahwa PNJ diduga tidak bekerja sendiri.

Ia disebut bekerja bersama sejumlah pihak lain berinisial END dan RI yang berperan sebagai kaki-tangan pencari korban di berbagai komunitas transportasi online di Batam.

Modus yang digunakan yakni menawarkan bantuan pembuatan akun driver Grab melalui jalur belakang dengan meminta sejumlah uang. Untuk kendaraan roda dua, korban diminta membayar sekitar Rp600 ribu, sementara calon driver roda empat dikenakan biaya antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

Namun dalam praktiknya, banyak akun yang dibuat justru berasal dari luar wilayah Batam sehingga tidak dapat digunakan oleh korban. Bahkan sebagian korban mengaku hingga kini akun yang dijanjikan tak kunjung selesai meski pembayaran telah dilakukan sejak lama.

Tak hanya itu, komplotan tersebut juga diduga menjalankan modus penipuan lain, seperti meminjam uang kepada sesama driver hingga menawarkan penjualan jaket dan aksesoris Grab yang ternyata fiktif.

Dari pendataan sementara, kerugian anggota KOMANDO awalnya diperkirakan sekitar Rp20 juta, namun setelah pendalaman jumlah korban terus bertambah hingga total kerugian mencapai kisaran Rp50 juta.

Baca Juga: 300 Warga Tukar Uang di Masjid Agung Batam Center, BI Buka Gelombang Kedua Jumat

Wakil Ketua Satgas KOMANDO Batam, Okka, mengatakan pengungkapan kasus ini memicu kemarahan para driver online. Puluhan anggota bersama komunitas lain kemudian mendatangi Kantor Grab Batam pada Senin (2/3) malam guna meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban atas dugaan keterlibatan oknum internal.

Ketua Satgas KOMANDO Batam, Feryandi Tarigan, membenarkan bahwa aksi mendatangi kantor Grab dilakukan sebagai bentuk keresahan para driver yang merasa dirugikan. Menurutnya, praktik pungutan liar dengan iming-iming percepatan akun telah meresahkan komunitas dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami menerima banyak laporan dari anggota yang mengaku diminta sejumlah uang untuk pembuatan akun. Setelah kami telusuri dan lakukan klarifikasi, ternyata benar ada oknum yang bermain dan merugikan driver sendiri,” tegas Feryandi Tarigan.

Ia menjelaskan, salah satu saksi utama bahkan merupakan anggota KOMANDO yang mengalami kerugian hingga Rp20 juta akibat penipuan akun serta pinjaman uang. Dari pengembangan yang dilakukan komunitas, total kerugian sementara meningkat menjadi lebih dari Rp50 juta dan diduga masih akan bertambah seiring munculnya korban lain.

Feryandi menegaskan kasus ini diyakini hanya sebagian kecil dari praktik serupa yang masih terjadi di lapangan. KOMANDO menduga masih banyak kaki-kaki jaringan penipuan yang berkeliaran di berbagai komunitas transportasi online di Batam.

Pihaknya berharap perusahaan maupun aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar praktik penipuan terhadap driver online tidak kembali terulang dan para korban mendapatkan keadilan.

Pihak Grab Batam saat dicoba konfirmasi belum memberikan respon. Kepala Cabang Grab Batam Qori saat dicoba konfirmasi via telepon belum respon.(*)

SALAM RAMADAN