Jumat, 16 Januari 2026

Puluhan Hektare Hutan Bakau di Batam Rusak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Camat Sagulung, Hafiz Rozie, mengecek lokasi limbah campuran yang dibuang di hutan bakau di wilayah Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kerusakan hutan bakau di wilayah Kecamatan Sagulung semakin meluas. Selain maraknya aktivitas reklamasi yang menimbun puluhan hektare hutan bakau, limbah campuran seperti sampah rumah tangga, sampah material bangunan dan sampah dari perusahaan juga mulai mengotori kawasan hutan bakau yang tersisa.

Pantauan Batam Pos di sepanjang alur sungai atau lokasi resapan air di samping Perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tembesi, Sagulung, diperkirakan puluhan ton limbah campuran terlihat membentuk bukit di sekitar kawasan hutan bakau.

Limbah campuran ini juga meluber ke dalam hutan bakau. Hal ini dikeluhkan masyarakat sekitar sebab selain merusak ekosistem, hutan bakau juga menyebabkan polusi udara.

Setiap malam selalu ada aktivitas pembakaran di lokasi pembuangan sampah campuran tersebut.

“Sangat mengganggu. Setiap malam selalu ada asap (pembakaran) dari lokasi pembuangan limbah campuran itu. Entah siapa yang membakar tapi selalu terjadi setiap malam. Kami sering memantau ke sana cuma tak dapat pelakunya sampai sekarang,” ujar Ketua RW 15 Perumahan Taman Anugerah, Suhendro.

Dijelaskan Suhendro dan warga sekitarnya, tumpukan sampah ini sudah lama terjadi dan entah dari mana asalnya.

“Kalau dilihat tumpukan ini, pasti pakai truk orang yang buang sampah ini. Kami agak susah mengawasi karena ada akses lain ke lokasi itu,” katanya.

Tumpukan sampah campuran yang sudah menggunung dan meluber ke kawasan hutan bakau ini diharapakan segera ditindak lanjuti instansi pemerintah terkait.

Warga juga berharap ada tindakan tegas kepada mereka yang membuang sampah ke lokasi hutan bakau tersebut.

“Inilah satu-satunya lokasi resapan air yang tersisa. Kalau rusak, banjir tak bisa dibendung lagi,” kata Jhoni, warga lainnya.

Sementara pantauan di lapangan, di dekat lokasi tumpukan limbah campuran tersebut, ada aktivitas penimbunan hutan bakau untuk dikembangkan jadi kawasan perumahan.

Camat Sagulung, Hafiz Rozie, saat dikonfirmasi mengaku akan melihat langsung ke lapangan dan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Nanti kami cek dulu,” ujar Hafiz singkat.

Reporter: Eusebius Sara

Update