
batampos – Puluhan kios liar di Simpang Helm arah Mega Legenda akhirnya diratakan dengan tanah, Kamis (3/7). Proses pembongkaran kios dilakukan oleh ratusan personil tim terpadu, mulai Satpol PP, Polisi dan TNI
Penertiban berlangsung sejak pagi dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembongkaran bangunan liar yang sebagian besar digunakan sebagai kios.
Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, penertiban dilakukan berdasarkan kajian teknis dari tim terpadu penanganan banjir antara BP Batam dan Pemko. “Salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi potensi banjir dan memperlancar arus kendaraan yang sering tersendat di kawasan ini,” kata Imam.
Meski sempat terjadi penolakan dari beberapa pemilik kios, namun secara umum proses berlangsung kondusif. Setelah diberikan penjelasan oleh petugas, para pemilik akhirnya memahami bahwa bangunan mereka berdiri di lokasi yang melanggar aturan.
“Terima kasih kepada warga dan pemilik kios yang kooperatif. Kami mengapresiasi pengertian mereka karena menyadari bahwa bangunan yang mereka dirikan berada di atas saluran air dan badan jalan,” ujar Imam.
Dijelaskan Imam, penertiban telah melewati proses administrasi sesuai ketentuan. Mulai dari pemberian Surat Peringatan (SP) I, II, hingga III, lalu dilanjutkan dengan Surat Perintah Bongkar. Sebab menurutnya,pemerintah tidak serta-merta melakukan pembongkaran tanpa dialog dan tahapan hukum yang jelas.
“Yang kami tertibkan ini benar-benar sudah kami kaji dan komunikasikan dengan berbagai pihak. Ini bagian dari penataan kawasan demi kepentingan umum,” tambahnya.
Kawasan Simpang Helm dikenal rawan banjir saat musim hujan melanda Batam. Banyaknya bangunan liar di atas saluran air memperparah genangan yang berdampak langsung pada arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat.Imam menambahkan, tidak semua bangunan akan ditertibkan sekaligus. Pihaknya masih menunggu kajian lanjutan dari tim teknis untuk menentukan zona prioritas yang harus segera dibersihkan.
“Kami lihat mana yang paling mendesak dan paling berdampak. Kami akan tindak secara bertahap dan terukur,” ujarnya.
Sementara, Yoga salah satu warga sekitar mengapresiasi langkah tim terpadu membersihkan kawasan tersebut. Sebab hampir setiap hujan , persimpangan jalan selalu baniir.
“Semoga setelah ada pembersihan ini, drainase bisa segera diperlebar, dan tak banjir lagi, pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



