
(f. Rengga Y / Batam Pos)
batampos – Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, mulai dipadati penumpang yang kembali dari kampung halaman usai merayakan Idulfitri. Arus balik mulai meningkat sejak Kamis (3/4), dan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4) serta Minggu (6/4), dengan ribuan pemudik tiba dan berangkat melalui pelabuhan utama antarwilayah di Kota Batam tersebut.
Berdasarkan data Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, pada Kamis (3/4) tercatat 43 kapal tiba dengan total penumpang sebanyak 5.298 orang. Sementara itu, 44 kapal berangkat membawa 2.738 penumpang.
Angka ini meningkat pada Jumat (4/4), dengan 43 kapal datang membawa 5.372 penumpang, dan 44 kapal berangkat mengangkut 2.063 penumpang. Puncak lonjakan terjadi pada Sabtu (5/4), ketika 42 kapal datang dengan 6.164 penumpang, dan 43 kapal berangkat membawa 2.339 penumpang.
“Untuk data per hari ini masih kita rekap karena beberapa kapal tiba pada sore hari. Rute terbanyak tetap Batam–Dumai dan Dumai–Batam. Ini sudah kami prediksi sejak awal, dan kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan semua perjalanan berlangsung aman dan lancar,” ujar Kepala Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, Samosir Parsaoran, saat ditemui di area pelabuhan, Minggu (6/4).
Pantauan Batam Pos di lokasi, suasana pelabuhan sudah mulai ramai sejak pukul 14.00 WIB. Penumpang yang baru tiba terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper, tas besar, hingga oleh-oleh khas kampung. Di area keberangkatan, antrean penumpang tampak tertib mengular menuju ruang tunggu kapal. Suasana makin padat menjelang sore hari.
Petugas gabungan dari Kesyahbandaran, kepolisian, dan TNI tampak berjaga di beberapa titik. Mereka membantu mengatur arus keluar-masuk penumpang serta memeriksa kelayakan kapal sebelum keberangkatan.
“Setiap kapal diperiksa secara rutin, termasuk jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas,” jelas Samosir.
Sebagian besar penumpang mengaku memilih kembali ke Batam lebih awal karena harus segera kembali bekerja pada hari Senin.
“Saya berangkat dari Dumai tadi pagi. Sengaja balik hari ini karena Senin sudah masuk kerja,” ujar M. Rizal, warga Batu Ampar. Ia mudik ke Dumai bersama istri dan anaknya, dan mengaku bersyukur bisa mendapatkan tiket lebih awal.
Lain halnya dengan Lilis (32), seorang ibu rumah tangga asal Tanjung Piayu yang mudik ke kampung halamannya di Bagansiapiapi, Rokan Hilir. Ia memilih kembali lebih cepat karena khawatir dengan lonjakan penumpang yang diperkirakan akan makin padat.
“Kalau nunggu sampai hari Senin, pasti makin ramai. Takut enggak dapat tiket dan repot bawa anak-anak. Jadi kami balik hari ini, sekalian istirahat dulu sebelum anak-anak mulai sekolah lagi,” katanya.
Warga lain, Adit (25), seorang karyawan swasta di Batam Center, mengatakan tiket kapal menuju Batam sempat sulit didapat dua hari terakhir. Ia harus mengantre sejak subuh di Pelabuhan Dumai untuk memastikan bisa kembali bekerja Senin pagi.
“Ramai sekali di pelabuhan sana, banyak yang buru-buru balik. Untung saya dapat tiket pagi tadi, kalau tidak bisa terlambat masuk kerja,” ujar Adit.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dalam beberapa hari ke depan, Pos Kesyahbandaran telah berkoordinasi dengan operator pelayaran terkait kemungkinan penambahan jadwal kapal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.
“Jika memang dibutuhkan, akan kami dorong adanya extra trip. Tapi tetap mengedepankan aspek keselamatan. Kami tidak ingin karena buru-buru, kapal dioperasikan dalam kondisi tidak layak,” tegas Samosir.
Pihak pelabuhan memperkirakan arus balik masih akan berlangsung hingga H+5 Idulfitri, mengingat banyak pekerja kantoran dan karyawan swasta yang baru akan kembali setelah libur selesai.
Hingga Minggu sore, arus penumpang masih terlihat stabil. Petugas tetap bersiaga di titik-titik krusial, termasuk ruang tunggu, dermaga, hingga pintu kedatangan.
“Semoga semua pemudik bisa kembali ke Batam dengan selamat, dan semua aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali setelah libur panjang,” tutup Samosir. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



