
batampos – Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Batam diprediksi mencapai puncaknya pada keberangkatan kapal tujuan Belawan, Sumatera Utara, tanggal 16 dan 19 Maret 2026.
Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang paling signifikan diperkirakan terjadi pada dua tanggal tersebut, khususnya untuk rute Batam–Belawan yang setiap tahun menjadi salah satu trayek terpadat.
“Untuk di Batam sendiri, prediksi puncak arus mudik terjadi pada keberangkatan kapal tanggal 16 dan 19 Maret 2026 dengan tujuan Belawan,” ujar Edwin, Kamis (5/3).
Rute Batam–Belawan memang masuk dalam proyeksi ruas terpadat secara nasional pada Angkutan Lebaran tahun ini. Selain faktor kedekatan geografis dan harga tiket yang relatif terjangkau, jalur laut masih menjadi pilihan utama masyarakat yang hendak mudik ke Sumatera Utara dengan membawa barang dalam jumlah besar.
Baca Juga: Perang di Timur Tengah Tak Pengaruhi Penerbangan Batam-Jeddah
Berdasarkan proyeksi nasional, Batam juga masuk dalam lima besar pelabuhan keberangkatan terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dari wilayah perbatasan tersebut menjelang Hari Raya Idulfitri.
Edwin mengimbau calon penumpang untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi guna menghindari kehabisan tiket, terutama pada tanggal-tanggal favorit.
Secara nasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April 2026.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani atau akrab disapa Anda, menyampaikan bahwa proyeksi total penumpang Angkutan Lebaran tahun ini mencapai 641 ribu orang, dengan puncak arus mudik secara nasional diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
“Total ketersediaan tiket selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.555 tiket, dengan total kapasitas seluruh kapal sebesar 56.069 seat yang sudah termasuk dispensasi kapasitas dari otoritas terkait. Kami memastikan kapal PELNI dapat mengangkut masyarakat untuk mudik aman berbagi harapan,” ujar Anda.
Untuk mendukung lonjakan penumpang, PELNI mengerahkan 55 kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
Tri Andayani menegaskan, persiapan dilakukan dengan mengedepankan tiga pilar utama, yakni safety first, zero accident dan service excellent. Seluruh awak kapal juga telah memenuhi persyaratan sertifikasi wajib sesuai regulasi internasional guna menjamin keselamatan pelayaran.
“Kami telah melaksanakan ramp check menyeluruh bersama Kementerian Perhubungan RI pada seluruh kapal penumpang untuk memastikan kelaiklautan, memantau ketersediaan BBM, air tawar, perbekalan, serta fasilitas penumpang dan awak kapal,” tambahnya.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Bukber di Batam yang Wajib Dicoba, dari Kuliner Nusantara hingga Sushi
Selain itu, PELNI juga menggelar workshop keselamatan kapal untuk seluruh awak, menyiapkan posko bersama dan monitoring BMKG, menyesuaikan rute serta jadwal pelayaran, serta menempatkan tambahan personel pengamanan internal dan eksternal baik di atas kapal maupun di pelabuhan.
Tiket kapal PELNI dapat diperoleh melalui berbagai kanal resmi seperti aplikasi PELNI Mobile, website resmi, contact center 162, loket cabang, hingga berbagai mitra perbankan dan ritel modern.
Adapun proyeksi lima pelabuhan keberangkatan terpadat yakni Makassar, Balikpapan, Batam, Ambon dan Bau-Bau. Sementara lima pelabuhan kedatangan terpadat adalah Kumai, Makassar, Surabaya, Balikpapan dan Ambon.
Untuk proyeksi lima ruas terpadat, Batam–Belawan dan Belawan–Batam menempati posisi pertama dan kedua, disusul Balikpapan–Surabaya, Kumai–Semarang dan Makassar–Surabaya.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PELNI optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang akan mudik melalui jalur laut.(*)



