
batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menegaskan, pengawasan dan pengecekan jajanan takjil terus dilakukan setiap hari bulan Ramadan. Pengawasan ini dilakukan oleh puskemas-puskesmas di setiap pasar dan bazar Ramadan yang ada di wilayahnya.
“Setiap puskesmas sudah kita perintahkan untuk melakukan pengecekan jajanan takjil di wilayah kerja masing-masing,” ujar Kadinkes Didi Kusmarjadi, Kamis (7/4).
Semisalnya di Sei Pancur. Puskesmas bekerjasama dengan pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, babinsa dan kader ketanahan pangan melakukan pengecekan takjil di seluruh pasar disana sejak 4 April 2022 lalu. Pengecekan tak hanya di satu lokasi saja, tetapi random mengecek di seluruh bazar.
“Kita laksanakan rutin l setiap hari sejak 4 April lalu. Titik lokasi pengecekan di seluruh pasar serta bazar Ramadan,” ungkap Didi.
Selanjutnya hari yang sama, Kamis (7/4), Puskesmas Tanjung Sekuang juga melaksanakan pengecekan takjil di Pasar Ramadan Melcem dan Parkir MC Mart GMP Tanjung Sengkuang.
Adapun hasil Pengecekan di Tanjung Sengkuang ini adalah sampel diperiksa Rodamin B: 5 sampel es buah naga, 1 sampel es campur, 1 sampel kue pukis. Hasil ketujuh sampel ini negatif Rodamin B.
Selanjutnya, oemeriksaan Boraks dan Formalin 2 sampel cincau hitam, 1 sampel cincau hijau dan 1 sampel migoreng. Hasil negatif Borax dan Formalin.
“Pemeriksaan E Coli/Coliform ada satu sampel cendol, hasil menunggu inkubasi 24 jam,” ucap Didi.
Ditambahan Didi, dari Puskesmas yang sudah turun belum ditemukan bahan makanan yang memakai pengawet dan pewarna yang tak dibenarkan. “Jika pedagang didapatkan memakai bahan pewarna dan pengawet serta bahan-bahan yang tidak diizinkan untuk dipakai di makanan maka pihak kami akan melakukan teguran dan pembinaan,” pungkas Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



