Senin, 16 Februari 2026

Puskesmas di Batam Mulai Gunakan Sistem Paperless, Layanan Berobat Kini Lebih Cepat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi melihat langsung sistem pelayanan Paperless (tanpa menggunakan kertas) di Puskesmas Tiban Baru, Foto Kadinkes Batam

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Salah satu inovasi terbarunya adalah pelayanan dengan sistem Paperless atau tanpa menggunakan kertas. Sistem ini nantinya juga akan menggunakan aplikasi ePus (online/Paperless).

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi memantau langsung pelaksanaan sistem Paperless di Puskesmas Tiban Baru, Senin (6/6).

Menurutnya, saat ini pasien yang ingin berobat, mulai dari pendaftaran sampai pengambilan obat, cukup menunjukan KTP atau NIK dan Kartu BPJS jika punya. Untuk penunjukan KTP hanya pada saat pertama kali berobat dan berikutnya saat berobat kembali hanya cukup dengan menyebutkan nama dan tanggal lahir maka data sudah terekam semua di sistem online Puskesmas dengan aplikasi Epus.


“Disitulah terlihat saat pelayanan dimulai dari pendaftaran sistem yang digunakan online tanpa menggunakan kertas,” ujar Kadinkes Kota Batam.

Setelah selesai dari pendaftaran pasien langsung duduk di depan poli tempat berobat dan tidak menunggu lama pasien langsung dipanggil dan memasuki ruang Poli. Saat diperiksa dokter pasien menceritakan apa yang dikeluhkan kemudian dokter melakukan diagnosa dan selanjutnya terapi.

“Saat selesai dari Poli pasien tidak perlu membawa kertas resep ke apotik tetapi langsung duduk aja di depan apotik. Lalu petugas apotik memanggil pasien sesuai urut antrian. Pasien diberikan obat oleh petugas apotik dan pasien diperbolehkan untuk pulang,” tambah Didi.

Menurutnya sebelum ada sistem online dan paperless, Puskesmas masih menggunakan sistem manual. Dimana menggunakan Status Pasien dan kertas resep. Dengan metode yang lama ini pasien menunggu antrian lama untuk dilayani baik dari pendaftaran, pelayanan poli dan pengambilan obat di apotik.

Dari sistem paperless yang diterapkan Puskesmas Tiban Baru banyak hal yang diuntungkan oleh masyarakat seperti antrian di meja pendaftaran tidak menunggu waktu lama, antrian di Poli tidak menunggu waktu lama, antrian di apotik tidak menunggu waktu lama.

Pasien tak perlu membawa kertas resep ke apotik sehingganya kesalahan pemberian obat tidak mungkin terjadi, karena obat yang ditulis online dari dokter di Poli tertulis dengan nama obat yang lengkap sehingga petugas apotik bisa membaca dengan baik dan benar. Selain itu, waktu pelayanan dari pendaftaran sampai selsesai pengambilan obat sangat singkat sekali.

Keuntungan Puskesmas/Pemerintah Kota batam dalam menerapkan aplikasi ePus (Pelayanan Online/Paperless) adalah lebih hemat anggaran karena tidak perlu lagi membeli kertas, pena, lebih hemat anggaran tidak perlu lagi memberi map untuk status pasien, lebih cepat kerjanya dan tidak membuat capek petugas dan lebih hemat jumlah tenaga kerja di ruang pendaftaran.

Didi menambahkan waktu tunggu pelayanan dengan menggunakan aplikasi ePus ini juga lebih singkat dari manual. Semisalnya jika berobat ke Poli umum dari pendaftaran sampai pengambilan obat hanya butuh waktu 5 menit yang sebelumnya saat manual bisa memakan waktu 15 – 30 menit.

Jika berobat ke Poli Gigi dengan tindakan dari pendaftaran sampai pengambilan obat hanya butuh waktu 30 – 45 menit yang sebelumnya saat manual bisa memakan waktu 1 jam. Jika berobat ke Poli Gigi tanpa Tindakan dari Pendaftaran sampai pengambilan obat hanya butuh waktu 15  menit yang sebelumnya saat manual bisa memakan waktu 45 menit.

“Kesimpulan Penggunaan aplikasi ePus (online/Paperless) kepada masyarakat lebih efisien, efektif dan hemat anggaran,” tutur Didi.

Dijelaskan, saat ini baru puskesmas Tiban Baru yang menggunakan aplikasi ini. Sedangkan untuk puskemas lainnya yang ada di mainland diprediksi jyga akan menggunakan sistem ini. “Insallah dalam dua atau tiga bulan ini selurus puskesmas di mainland sudah juga. Tapi kalau untuk hinterland kendalanya di kecepatan internet,” pungkas Didi. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Update