Rabu, 21 Januari 2026

Puskesmas Sekupang Dorong Perempuan Periksa IVA

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas Puskesmas melayani pasien.
f. Rengga / Batam Pos

batampos – Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Puskesmas Sekupang menggelar gebyar pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) gratis, Rabu (30/4), untuk mendorong deteksi dini dan pencegahan sejak awal.

Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, menegaskan bahwa pemeriksaan IVA merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mendeteksi potensi kanker serviks sebelum mencapai stadium lanjut.

“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Sayangnya, masih banyak perempuan takut periksa karena takut ketahuan. Padahal, kalau ketahuan lebih awal, pengobatan bisa langsung dilakukan dan peluang sembuh jauh lebih besar,” kata Indriani.

Pemeriksaan IVA yang digelar secara terbuka tanpa batas kuota ini, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk edukasi langsung kepada masyarakat. Dengan metode pemeriksaan sederhana, tenaga kesehatan bisa menemukan gejala awal seperti lesi atau luka pada leher rahim yang, jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi kanker.

Indriani menjelaskan, pada stadium awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi satu-satunya cara efektif untuk menghindari risiko lebih besar.

“Kami temukan beberapa kasus yang hanya berupa luka ringan. Itu bisa langsung diobati di Puskesmas. Bahkan, sudah tersedia layanan krioterapi di sejumlah Puskesmas di Batam,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencapai target pemeriksaan IVA sebanyak 469 orang pada 2025. Hingga saat ini, Puskesmas Sekupang sudah melayani 156 pemeriksaan dengan hasil nihil positif.

Tak hanya melayani pemeriksaan, Puskesmas juga aktif mengedukasi peserta soal faktor risiko kanker serviks, mulai dari kebiasaan merokok, sering berganti pasangan, hingga pola hidup tidak sehat.

“Perempuan usia subur dan aktif secara seksual disarankan periksa minimal sekali setahun. Selain IVA, kami juga melakukan pemeriksaan payudara secara klinis oleh tenaga medis,” tambahnya.

Momentum Hari Kartini dijadikan sebagai momen untuk membangkitkan semangat perempuan menjaga kesehatannya, terutama di tengah tren penyakit tidak menular yang makin meningkat.

Masyarakat pun antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak warga datang tanpa rasa takut, bahkan aktif bertanya kepada petugas seputar manfaat dan proses pemeriksaan.

“Jangan tunda pemeriksaan. Lebih baik dicegah lebih awal daripada menyesal nanti. Kesehatan adalah perjuangan yang harus kita mulai dari diri sendiri,” pesan Indriani. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update