
batampos – Inisiatif hijau dan semangat kolaborasi masyarakat menjadi wajah baru dari program ketahanan pangan di Batam. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tak sekadar berkiprah di dunia jurnalistik, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, menghidupkan kembali kolam budidaya ikan yang lama terbengkalai.
Berlokasi di kawasan Danau Satu Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, kolam-kolam milik warga yang sempat mati suri kini dibersihkan dan dikelola bersama oleh PWI Kepri dan masyarakat sekitar. Ada sekitar 30 kolam, terdiri dari 25 kolam karamba dan 5 kolam tanah, yang akan dibudidayakan dengan ikan lele dan nila.
Tak hanya fokus pada budidaya, PWI Kepri juga membawa pendekatan baru dalam menekan biaya produksi: inovasi pembuatan pakan ikan mandiri berbasis limbah organik.
“Kami akan memproduksi pakan sendiri dari bahan-bahan lokal seperti limbah sayur, ubi, daun singkong, dan sisa ikan dari pasar,” ungkap Denni Risman, anggota Dewan Pakar PWI Kepri sekaligus pengurus PWI Pusat. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi atas mahalnya biaya pakan pabrik yang selama ini menjadi kendala utama.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menegaskan bahwa peran organisasi wartawan tidak hanya membina kompetensi jurnalis, tapi juga menjawab isu-isu riil seperti kesejahteraan dan ketahanan pangan. “Kami ingin wartawan juga bisa berdaya secara ekonomi dan punya kontribusi langsung terhadap masyarakat,” ujarnya.
Gotong royong yang digelar Minggu (14/4/2025) menjadi langkah awal. Bersama warga, PWI Kepri membersihkan tanaman enceng gondok yang menutup sebagian besar permukaan kolam. Selain sebagai kegiatan fisik, momen ini juga menjadi jembatan membangun sinergi dan kemitraan.
“Kolam ini dulunya dikelola tapi sempat terbengkalai karena hasilnya tak sebanding dengan biaya. Kami bersyukur PWI Kepri mau ikut membantu,” ujar Fauzi, pemilik lahan.
Melalui pendekatan ramah lingkungan, efisiensi biaya, dan pemberdayaan warga lokal, program budidaya ini diharapkan tak hanya menopang kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



