Sabtu, 4 April 2026

QR MyPertamina Hilang, Warga Keluhkan Sulit Beli Pertalite

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah motor mengisi BBM di salah satu SPBU di Batam. f. syaban

batampos – Sejumlah warga di Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan tidak bisa lagi menggunakan barcode atau QR code aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM jenis Pertalite sejak awal April 2026.

Keluhan ini muncul karena saat barcode digunakan di SPBU, sistem tidak lagi mengenali data pengguna. Bahkan, ketika diakses melalui aplikasi, data kendaraan maupun identitas yang sebelumnya terdaftar disebut hilang.

Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, lantaran beredar isu adanya pembatasan pembelian Pertalite mulai 1 April.

Namun, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepri, Bagus Handoko, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan pembatasan baru, melainkan dampak dari proses pembersihan (cleansing) data yang telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.

“Ini terkait proses cleansing data akhir tahun kemarin. Ada data yang sebelumnya di-approve untuk percepatan, tetapi ternyata tidak lengkap. Selain itu juga ada sinkronisasi dengan data Korlantas,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, akibat proses tersebut, sejumlah data konsumen terhapus dari sistem. Dampaknya, QR code yang sebelumnya aktif menjadi tidak berlaku dan pengguna harus melakukan pendaftaran ulang.

Menurutnya, kondisi serupa sebenarnya sudah terjadi pada akhir tahun lalu, khususnya saat terjadi kelangkaan (shortage) BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di wilayah Kepri.

“Harus daftar ulang program Subsidi Tepat,” jelasnya.

Bagus menegaskan, tidak ada kebijakan pembatasan pembelian Pertalite yang diberlakukan secara mendadak per 1 April 2026. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Prinsipnya bukan karena tiba-tiba dibatasi per 1 April. Tapi lebih ke data yang masuk kategori cleansing, sehingga harus didaftarkan ulang,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, masyarakat diminta tidak panik dan segera melakukan pendaftaran ulang secara mandiri melalui situs resmi Subsidi Tepat MyPertamina.

“Prosesnya mulai dari awal lagi. Kalau ada kendala, bisa hubungi call center 135, layanan pelanggan di SPBU terdekat, atau datang ke Posko Layanan Subsidi Tepat di Kantor Sales Area Retail Kepri di Jalan Raja Isa, Batam,” tambahnya.

ReporterYashinta

UPDATE