Jumat, 6 Februari 2026

Rapat Renja 2027, BP Batam Fokus Transparansi dan Pertumbuhan Ekonomi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kantor BP Batam.

batampos – BP Batam mulai mematangkan arah kebijakan dan program kerja tahun 2027 melalui Rapat Rencana Kerja (Renja) yang digelar pada Rabu (4/2). Rapat dibuka langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pembukaan rapat diisi dengan pengarahan pimpinan yang mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, khususnya terkait arahan Presiden mengenai prioritas pembangunan.

“Tadi baru selesai pembukaan Rapat Renja yang langsung dibuka oleh Pak Kepala dan Ibu Wakil Kepala. Ada pengarahan yang mengacu pada Rakornas di Jakarta mengenai arahan-arahan Presiden,” katanya.


Baca Juga: Dinkes Jamin Warga Batam Bisa Berobat dengan KTP

Ia menjelaskan, saat ini pembahasan Renja berlangsung di tingkat kedeputian. Pada tahap awal, pembahasan dilakukan di lingkup Kedeputian I Bidang Administrasi dan Keuangan dan dijadwalkan berlangsung hingga sore bahkan malam hari untuk memastikan seluruh program dibedah secara menyeluruh.

“Sekarang Rapat Renja berlangsung di tingkat kedeputian, dimulai dari Deputi I. Nanti akan berlangsung sampai sore bahkan malam,” kata Tuty.

Dalam pengarahan tersebut, pimpinan BP Batam menekankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui percepatan dan penyederhanaan pengurusan perizinan. Selain itu, aspek tata kota juga menjadi perhatian, termasuk tata kelola persampahan, pengelolaan air, penataan billboard, serta sektor pelayanan publik lainnya.

“Yang disampaikan oleh pimpinan dari arahan Presiden mengenai pertumbuhan ekonomi, pengurusan perizinan, tata kota, termasuk tentang tata kelola sampah, air, billboard, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga: Kadin Kepri Jajaki Kemitraan di Sektor Maritim dengan Eropa

Pembahasan Renja 2027 dilakukan lebih awal agar perencanaan dapat disusun secara matang, transparan, dan akuntabel. Dengan perencanaan yang lebih terukur, ini bakal mampu menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan investasi, pelayanan publik, serta pembangunan kota secara berkelanjutan.

“Memang kita sedang membahas Renja 2027 karena ini akan membahas rencana agar lebih transparan, akuntabel, dan bisa mendukung semua agar lebih terukur,” kata Tuty.

Rapat Renja ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk memastikan setiap program kerja tidak hanya selaras dengan kebijakan nasional, tapi juga responsif terhadap dinamika pertumbuhan Batam sebagai kawasan strategis investasi dan industri. (*)

ReporterArjuna

Update