
batampos – Ratusan pekerja di PT Best Enternity Resources Technology, Tanjunguncang, Kota Batam, melakukan unjuk rasa karena diberhentikan secara mendadak oleh pihak perusahaan meskipun masa kontrak kerja masih panjang.
Informasi yang dihimpun Batam Pos, pemecatan tersebut sudah masuk gelombang ketiga. Semula menajemen perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kertas dan kardus ini mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan.
Perusahaan tersebut diketahui baru setahun beroperasi. Dengan alasan defisit dan kurangnya bahan baku produksi, perusahaan secara bertahap memberhentikan karyawannya.
Pemberhentian dilakukan perusahaan tanpa memenuhi hak-hak karyawan terlebih dahulu.
Amri, seorang pekerja menuturkan, ini merupakan pemberhentian terakhir. Sebab semua karyawan sudah diberhentikan.
Ia menjelaskan, pada gelombang pertama dan kedua, pemberhentian juga tidak disertai dengan pemberian hak karyawan yang sesuai.
“Awalnya seribuan lebih karyawan. Mereka berhentikan secara bertahap tanpa ada pasangon sama sekali. Yang ketiga ini umumnya kontrak kerja masih panjang, masih enam atau tujuh bulan lagi. Kemarin kata manajemen kami sudah diberhentikan semua karena perusahaan defisit katanya,” ujar Amri.
Sudi, karyawan lainya mengaku, sebelum melakukan aksi demo mereka sempat mogok kerja pada 20 hingga 22 Mei 2022 lalu. Namun hingga kini tuntutan para karyawan yang dipecat belum juga terpenuhi oleh perusahan.
“Minimal kami dibayar 2 bulan gaji. Kami takutnya perusahan kabur sebelum menyelesaikan hak kami. Karena tanggal 3 Juni, perusahan akan berhenti total beroprasi,” jelasnya.
Dalam pengumuman tertulis, PT Best Enternity Resources Technology mengklaim mengalami defisit akibat tidak adanya bahan baku produksi. Serta adanya kenaikan biaya ekspedisi. Karena itu PT Best Enternity Resources Technology akan berhenti beroprasi 3 Juni 2022 sampai dengan waktu yang belum bisa ditentukan.
“Terkait dengan hak-hak seluruh karyawan akan diproses lebih lanjut oleh pihak perusahan dengan kesepakatan bersama. Diharapkan kerjasamanya kepada seluruh karyawan untuk tetap berkerja sesuai instruksi perusahan sampai dengan hari terakhir beroprasi,” seperti yang tertulis dalam surat pengumuman perusahaan.
Pihak manajemen saat dicoba konfirmasi langsung oleh Batam Pos belum bersedia dengan alasan masih sibuk menyelesaikan persoalan dengan pekerja.(*)
Reporter: Eusebius Sara



