
batampos – Ruas jalan Mukakuning–Tembesi kembali menuai keluhan masyarakat. Selain kerap dilanda kemacetan setiap sore, jalur utama yang masih dua lajur ini juga dinilai sangat rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang sempit, bergelombang, serta dipenuhi tanjakan dan turunan miring kerap mengecoh pengendara, terutama di kawasan Bukit Daeng.
“Sudah tidak terhitung berapa banyak korban kecelakaan di tanjakan dan turunan Bukit Daeng. Jalan yang sempit dan tidak rata membuat pengendara sering hilang kendali,” ungkap Arif, warga Batuaji, Jumat (5/9).
Kemacetan hampir selalu terjadi pada sore hari, bertepatan dengan jam pulang kerja. Ribuan kendaraan pekerja ditambah kendaraan berat yang lalu lalang membuat arus lalu lintas tersendat. Kondisi kian parah apabila ada kendaraan berat mogok atau tidak kuat menanjak. Karena hanya dua lajur, kendaraan di belakang terpaksa berhenti dan antrean panjang pun tidak terhindarkan.
Selain itu, kondisi badan jalan yang bergelombang juga memperbesar potensi kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Saat hujan, jalan menjadi licin dan menambah risiko jatuh. “Harus hati-hati sekali kalau lewat sini. Sedikit saja salah perhitungan di turunan atau tanjakan, bisa celaka,” tambah Arif.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti rencana pelebaran jalan agar jalur Mukakuning–Tembesi bisa menjadi lima lajur, seperti yang sudah diterapkan di beberapa ruas lain di Batam. “Kalau jalannya sudah lima lajur, setidaknya kendaraan berat bisa ambil jalur kiri dan tidak menghambat arus utama. Selain itu, jalan yang lebih rata tentu mengurangi risiko kecelakaan,” jelas Arif.
Keluhan warga ini sekaligus menjadi sorotan, mengingat ruas Mukakuning–Tembesi merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan industri, pemukiman, hingga hinterland. Banyaknya kendaraan yang melintas setiap hari membuat perbaikan jalan mendesak dilakukan.
Hingga kini, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum memberikan tanggapan terbaru. Namun, sebelumnya Kepala Dinas Suhar menyatakan pelebaran jalan masih menjadi prioritas Pemko Batam dan dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Masyarakat berharap proyek pelebaran dari Batuaji hingga Mukakuning segera dilanjutkan, dengan memperhatikan kontur jalan agar lebih rata dan aman. “Jangan hanya dilebarkan, tapi juga harus diratakan supaya tidak ada lagi korban di Bukit Daeng,” tegas Santi warga lainnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



