Rabu, 21 Januari 2026

Rawan Kecelakaan, Warga Minta Jalan Ahmad Dahlan Sekupang Segera Diperbaiki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penegndara melintas di Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Sekupang.

batampos – Kondisi Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Sei Temiang hingga Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, kian membahayakan pengguna jalan. Lubang-lubang besar dan dalam yang tersebar di sepanjang jalur utama ini menjadikan perjalanan pengendara semakin berisiko, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Pantauan di lapangan, Minggu (14/9), sejumlah titik jalan mengalami kerusakan cukup parah. Lubang berdiameter hingga lebih dari setengah meter tampak menganga, memaksa pengendara zig-zag untuk menghindari. Tak jarang, sepeda motor oleng saat melintas, bahkan mobil harus melambat drastis agar tidak terperosok.

“Kalau malam bahaya sekali, apalagi lampu jalan banyak mati. Saya pernah lihat motor jatuh karena masuk lubang,” tutur Muklis, warga Tanjungriau.

Baca Juga: Terminal Mukakuning Beralih Wajah Jadi Angkringan di Malam Hari

Kondisi jalan yang rusak parah ini juga memperlambat arus lalu lintas, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Banyak pengendara memilih jalur alternatif meski harus menempuh jarak lebih jauh, karena khawatir celaka.

Andre, pekerja di kawasan Tanjung Riau, mengaku kerap terlambat masuk kerja akibat kerusakan jalan.

“Kalau hujan, lubang tertutup air jadi tidak kelihatan. Sering kali ban motor selip. Rasanya memang sudah waktunya jalan ini diperbaiki total, bukan tambal sulam lagi,” ujarnya.

Selain mengancam keselamatan, jalan rusak juga berdampak pada kondisi kendaraan. Ban cepat aus, velg rawan penyok, hingga shockbreaker sering rusak akibat hentakan keras.

“Sudah keluar biaya banyak gara-gara lewat jalan ini setiap hari,” tambah Andre.

Baca Juga: Soal SE Larangan Siswa Berdemo, Disdik Kepri Pastikan Sudah Sosialisasi di Batam

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengatakan pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jalan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Menurutnya, jalur Ahmad Dahlan adalah akses vital karena menghubungkan kawasan permukiman padat dengan pusat aktivitas warga.

“Jalan ini jalur utama warga, juga dilalui kendaraan industri. Kalau dibiarkan, risikonya bukan hanya kerugian materi tapi juga bisa merenggut nyawa. Kami minta segera jadi prioritas pemerintah kota,” tegasnya.

Masyarakat berharap perbaikan jalan dilakukan secepat mungkin. Bagi mereka, keselamatan menjadi pertaruhan setiap kali melintasi jalur Ahmad Dahlan yang kini lebih mirip jalur maut daripada jalan umum. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update