Kamis, 22 Januari 2026

Rawat Pesisir, PSDKP Batam Gerakkan Penanaman Mangrove di Tanjungpiayu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
PSDKP Batam menggelar kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan pantai dalam rangka Hari Bakti Ditjen PSDKP ke-25. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam menggelar kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan pantai dalam rangka Hari Bakti Ditjen PSDKP ke-25, Jumat (21/11). Aksi yang dipusatkan di Shelter Akar Bhumi, Jalan Pancur, Pelabuhan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, ini sekaligus menjadi momentum penguatan gerakan cinta laut dan pelestarian ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian bulan bakti PSDKP yang tahun ini menitikberatkan pada upaya konservasi mangrove sebagai garda terdepan perlindungan kawasan pesisir. Mangrove berperan penting sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, sekaligus penyaring sampah yang terbawa dari daratan menuju laut. Dengan kondisi tekanan lingkungan yang meningkat, PSDKP menilai pelestarian mangrove menjadi urgensi bersama.

Kepala PSDKP Batam, Samuel, mengatakan kegiatan hari bakti tahun ini dilaksanakan serentak di empat wilayah kerja mereka, mulai dari bersih laut, layanan kesehatan masyarakat pesisir, hingga pembagian paket sembako. “PSDKP tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai mitra dan sahabat nelayan, sahabat lingkungan. Menjaga laut bukan hanya dengan pengawasan, tapi melalui partisipasi aktif menjaga ekosistem,” ujarnya.

Menurut Samuel, penanaman mangrove dan aksi bersih sampah laut merupakan bagian dari agenda prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memperkuat keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia. Ia berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan menjadi ladang kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Samuel juga menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk perusakan lingkungan, khususnya pembabatan mangrove dan reklamasi ilegal. “Jika ada pengerusakan lingkungan, segera laporkan. Kami siap menindak. Itu komitmen dari Menteri KKP,” tegasnya.

Ketua Akar Bhumi Indonesia, Sony Rianto, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi PSDKP Batam dalam kegiatan konservasi tersebut. Ia menyebut sekitar 200 bibit mangrove ditanam hari ini, namun yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan memastikan seluruh bibit dapat tumbuh dengan baik. “Yang paling penting adalah kualitas perawatan. Jangan sampai hanya menanam, lalu ditinggalkan,” kata Sony.

Sony mengungkapkan kawasan Tanjungpiayu merupakan salah satu gugusan hutan mangrove terluas di Kota Batam, namun menghadapi tekanan besar akibat sampah yang terbawa dari permukiman warga. Ia menyebut pihaknya selama ini terus memantau dan melaporkan kerusakan lingkungan di Batam. “Ada sekitar 35 kasus yang sudah kami laporkan, 98 persen terkait kerusakan di laut. Ini menandakan betapa pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.

Menurut Sony, sampah yang tersebar di wilayah penanaman saat ini merupakan akumulasi dari aliran berbagai saluran air dan sungai kecil di sekitar permukiman. Karena itu, ia menegaskan perlunya peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi beban sampah di kawasan pesisir. “Ini pekerjaan kita bersama. Buang sampah sembarangan di darat, ujungnya tetap ke laut,” tambahnya. (*)

Kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan pantai ini turut melibatkan berbagai unsur, seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), BKSDA, Polri, serta komunitas pencinta lingkungan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat ketahanan ekosistem laut Batam yang menjadi habitat penting berbagai jenis biota.

Rangkaian aksi cinta laut ini diawali dengan senam sehat bersama sebagai bentuk ajakan hidup aktif dan peduli lingkungan. PSDKP Batam berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas dan menjadi gerakan berkelanjutan untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update