
batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan persoalan daya tampung sekolah selalu menjadi persoalan setiap tahunnya. Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri selalu membludak dan melebih kuota yang ada.
Terkait keluhan dan kekhawatiran orangtua terkait keterbatasan daya tampung, ia mengungkapkan pemerintah memiliki regulasi yang diterapkan dalam PPDB. Hal ini meliputi seleksi dan sistem zonasi yang dipakai dalam PPDB tahun ini.
“Ikuti prosedurnya dan jangan memaksa ke sekolah tertentu. Perlu diingat sekolah swasta masih ada dan memiliki kuota yang tersedia. Jadi tidak ada persoalan itu,” kata dia usai menghadiri Sekolah Layak Anak di SMPN 5 Batam, Selasa (17/5).
Rencana daya tampung sekolah menyesuaikan dengan jumlah siswa yang lulus di setiap jenjang tingkatan sekolah. Misalnya dalam satu sekolah meluluskan 4 kelas, maka jumlah rencana daya tampung siswa yang diterima saat PPDB adalah empat kelas.
“Adapun kalau tidak tertampung nanti akan dikirim ke sekolah pilihan kedua yang sudah dipilih saat mendaftar. Sedangkan sisanya yang tidak tertampung bisa memilih sekolah alternatif,” jelasnya.
Sekolah alternatif misalnya sekolah swasta. Saat ini mutu dan ketersediaan daya tampung siswa sangat terbuka. Sehingga bisa menjadi solusi bagi orangtua nanti.
Amsakar menegaskan pemerintah berusaha hadir dalam pemenuhan hak pendidikan anak di Batam. Untuk itu, perlu dukungan orangtua tentunya untuk menyukseskan hal ini. Ketika semua memaksakan masuk ke sekolah negeri, maka dikhawatirkan sistem pembelajaran tidak maksimal. Bahkan sekolah terpaksa membuka sekolah dua sif untuk mengantisipasi kelebihan siswa ini.
“Untuk Rencana Daya Tampung (RDT) itu ada di Disdik, nanti mereka yang akan menjelaskan berapa sebenarnya kemampuan sekolah negeri yang bisa menampung siswa,” ujarnya.
Meskipun demikian, berdasarkan data jumlah sekolah negeri dan swasta, untuk RDT tidak ada masalah. Prinsipnya pemerintah bersama swasta siap dan hadiri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Sekarang tergantung dukungan orangtua calon siswa ke depannya.
“Kalau semua adil maka setiap sekolah kebagian siswa dan tidak ada yang over kapasitas. Dan tentunya sistem belajar akan maksimal. Jadi ini yang diharapkan. Masih ada waktu persiapan, semoga nanti PPDB berjalan dengan lancar tanpa kendala,” harap Amsakar.
Kepala SMPN 4 Batam, Desmizar mengatakan untuk tahun ini pihaknya berencana menerima sembilan kelas. Total dalam satu kelas itu berjumlah 36 siswa. Sehingga jumlah siswa yang diterima tahun ini adalah 324 siswa.
“Jadi berapa yang keluar, segitulah yang kami terima untuk PPDB tahun ini,” sebut perempuan yang sudah bertugas selama enam tahun ini.
Untuk RDT ini setiap sekolah memiliki kemampuan daya tampung yang berbeda. Hal ini tergantung total siswa yang diluluskan. Kecuali ada penambahan ruang kelas. Untuk SMPN 4 tahun lalu tidak ada penambahan fasilitas ruang kelas, sehingga jumlah penerimaan menyesuaikan dengan jumlah siswa yang lulus.
Pelaksanaan PPDB mengikuti petunjuk teknis (Juknis) dari Dinas Pendidikan Kota Batam. PPDB rencananya dibuka tanggal 13 Juni mendatang. Untuk kuota terbagi empat kategori. Orangtua bisa melihat berdasarkan jalur yang disiapkan.
Pertama untuk jalur zonasi menyediakan kuota 50 persen dari total 324 RDT sekolah, selanjutnya jalur prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orangtua 5 persen.
“Khusus untuk jalur prestasi ini, kami terkadang jemput bola ke sekolah-sekolah. Hal ini penting karena untuk mengangkat mutu sekolah, dan dipersiapkan untuk mewakili sekolah baik jenang kota maupun nasional kelak,” jelas perempuan yang akrab disapa Des ini.
Ia mengimbau kepada orangtua untuk bisa berlapang dada, jika anaknya tidak lolos di SMPN 4. Hal ini karena panitia harus menyeleksi berdasarkan empat jalur penerimaan yang sudah ditetapkan.
“Saya minta orangtua bersabar, jangan memaksakan jika memang tidak lolos dan tidak diterima. Kemampuan sekolah tidak mampu menampung semua pendaftar yang ada,” ucapnya mantan Kepala SMPN 29 Batam ini. (*)
Reporter : YULITAVIA



