Kamis, 29 Januari 2026

Realisasi Investasi Asing Rp25,58 Triliun, Didominasi Investasi Teknologi Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam Amasakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia saat pemaparan investasi ril di KKota Batam. f Istimewa

batampos – Realisasi investasi Batam sepanjang 2025 melampaui target hingga 115 persen. Capaian itu melainkan mencerminkan perubahan struktur ekonomi yang kian matang dan terdiversifikasi.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sekitar Rp25,58 triliun berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025. Struktur PMA kini didominasi sektor berteknologi tinggi dengan pergeseran strategis ke arah aset digital dan industri maritim.

“Fokus investasi tahun ini telah bergeser secara signifikan. Batam tidak lagi semata bertumpu pada manufaktur konvensional, tetapi mengarah ke infrastruktur digital dan maritim modern,” katanya, Rabu (28/1).

Sektor infrastruktur digital menjadi salah satu motor utama, ditandai dengan proyek-proyek data center berskala besar yang memperkuat posisi Batam sebagai hub pusat data global. Selain itu, industri manufaktur alat berat dan maritim tetap menunjukkan kekuatan melalui investasi pada teknologi tinggi di galangan kapal dan fasilitas produksi modern.

Sektor mesin dan elektronik juga menjadi tulang punggung manufaktur, dengan kontribusi sekitar 13,84 persen dari total distribusi sektor investasi PMA.

Seiring dengan dominasi sektor hi-tech tersebut, karakter kebutuhan tenaga kerja pun berubah. Tahun ini BP Batam mendorong fase “capital deepening” atau pendalaman modal, yakni penciptaan lapangan kerja berkualitas berbasis teknologi.

Keterampilan yang dibutuhkan antara lain keahlian teknologi digital seperti teknisi infrastruktur data, pengelola cloud, serta spesialis keamanan siber. Di sektor manufaktur maju, permintaan meningkat untuk operator dan teknisi mesin otomatisasi serta elektronik presisi tinggi. Sementara di sektor maritim, industri galangan kapal membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan teknologi perkapalan modern.

“Ini adalah bentuk transformasi ekonomi. Kita beralih dari pendekatan alokasi lahan ke penguatan operasional aset produktif yang mendorong ekspor dan memperkuat industri lokal,” kata Fary.

Di sisi lain, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, realisasi PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau tumbuh lebih dari 125,90 persen secara tahunan.

Struktur PMDN didominasi sektor energi dan kelistrikan, industri kimia, utilitas, serta infrastruktur kawasan. Sektor-sektor ini menjadi fondasi yang menopang aktivitas industri di Batam dan memiliki daya serap tenaga kerja yang relatif lebih luas dibandingkan sektor padat teknologi.

“PMDN menjadi backbone yang memastikan kebutuhan dasar industri terpenuhi, mulai dari pasokan energi hingga pengelolaan kawasan,” ujar dia.

Diversifikasi sektor dan sumber modal tersebut, lanjutnya, membentuk ekonomi Batam yang lebih tangguh terhadap gejolak global. Ketergantungan pada satu sektor atau satu negara asal investor kini semakin berkurang.

“Batam kini berada pada fase ekonomi yang risk-adjusted, dengan daya tahan yang lebih kuat dan struktur yang matang untuk investasi jangka panjang,” kata Fary.(*)

ReporterArjuna

Update