Senin, 12 Januari 2026

Reformasi Birokrasi Menggiring Triliunan Rupiah ke Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad

batampos – Meski laju ekonomi global melambat, Kota Batam justru tampil sebagai salah satu daerah dengan performa investasi paling agresif di Indonesia.

Hingga akhir triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di kota industri ini mencapai Rp33,66 triliun atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp36,9 triliun. Angka itu melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu, yang hanya menyentuh Rp19,24 triliun.

Lonjakan hampir 75 persen tersebut bukan kebetulan. Di baliknya, terdapat rangkaian kebijakan yang berfokus pada perbaikan infrastruktur, penataan kawasan industri, serta reformasi besar-besaran dalam pelayanan perizinan. Batam kini tak hanya menjual lokasi strategis, tapi juga efisiensi dan kepastian berusaha.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa arah pembangunan Batam berada di jalur yang benar.

“Kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam semakin kokoh dan meningkat. Ini hasil kerja kolektif antara pemerintah, BP Batam, dan pelaku usaha,” katanya, Rabu (29/10).

Baca Juga: Wali Kota Amsakar Ajak Pemuda Batam Jaga Api Perjuangan dan Wujudkan Indonesia Maju

Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam dalam beberapa tahun terakhir memang gencar memperkuat fondasi infrastruktur industri. Pembangunan jalan penghubung antar-kawasan industri, perluasan pelabuhan logistik, serta penyediaan jaringan listrik dan air berkapasitas besar menjadi prioritas.

“Kita pastikan semua kebutuhan dasar investor terpenuhi dengan standar tinggi,” kata Amsakar.

Di sisi lain, perizinan yang dulu sering dianggap berbelit mulai berubah wajah. Melalui digitalisasi sistem dan penyederhanaan prosedur, waktu pengurusan izin usaha kini bisa ditekan drastis. Investor asing maupun domestik dapat memantau proses perizinan mereka secara daring tanpa perlu bolak-balik ke kantor pemerintahan.

Hasilnya terasa nyata. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sama-sama menunjukkan lonjakan signifikan, masing-masing mencapai Rp15,03 triliun. Pertumbuhannya bahkan menembus 150,96 persen dibanding tahun sebelumnya – sebuah pencapaian yang jarang terjadi di level daerah.

Dari sisi sektor, investasi terbesar datang dari bidang jasa, listrik dan gas, serta industri mesin dan elektronik. Sektor jasa menyumbang Rp7,09 triliun atau 30,52 persen, diikuti listrik, air, dan gas sebesar Rp5,12 triliun, dan industri mesin serta elektronik Rp4,57 triliun. Kombinasi ini menunjukkan pergeseran orientasi ekonomi Batam yang semakin beragam dan bernilai tambah tinggi.

Namun demikian, yang paling menarik adalah dampak sosial ekonominya. Dalam kurun Juli-September 2025, tercatat 51.939 tenaga kerja baru terserap di berbagai sektor industri. Angka ini menandai kontribusi langsung investasi terhadap kesejahteraan warga Batam.

“Investasi tidak boleh berhenti di angka triliunan. Ia harus terasa di dapur masyarakat,” ujar dia.

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kawasan industri tematik baru yang menggabungkan konsep ramah lingkungan dan integrasi logistik. Salah satunya berlokasi di hinterland, yang dirancang menjadi pusat manufaktur berkelanjutan. Ini dapat memperluas persebaran ekonomi di luar pusat kota.

Baca Juga: Pembahasan UMK Batam 2026 masih Terkendala Regulasi Baru dari Pusat

Langkah lain yang ditempuh adalah memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan dan asosiasi pengusaha. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif.

“Kita ingin Batam menjadi magnet investasi nasional, bahkan regional,” kata Amsakar.

Walau ditempa pelbagai tantangan, strategi “membuka jalan dan menyingkat izin” itu tampak berhasil mengembalikan citra Batam sebagai kawasan dengan kepastian usaha tinggi. Dengan kombinasi infrastruktur kuat, birokrasi yang efisien, dan sinergi antar-lembaga, Batam perlahan meneguhkan dirinya bukan hanya sebagai kota industri, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update