Jumat, 2 Januari 2026

Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11). Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri transportasi dan logistik dunia itu, Dendi menekankan bahwa regulasi baru memberi pijakan hukum yang lebih tegas bagi para investor.

PP 25/2025 memperjelas kedudukan BP Batam sebagai otoritas tunggal, termasuk dalam percepatan perizinan. Dengan demikian, proses masuknya investasi berjalan lebih ringkas dan kepastian regulasi bisa terjaga.

BACA JUGA: Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

“Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” kata Dendi.

Kepastian tersebut adalah hal penting di tengah tren peningkatan investasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 telah mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Lonjakan ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan Batam.

Dendi menyebutkan, bahwa pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Batam, yang bertumpu pada industri pengolahan dan orientasi ekspor, membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendorong kegiatan produksi dan distribusi yang kompetitif.

Ia juga menyoroti 56 persen struktur ekonomi Batam disumbang oleh industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri. Kondisi ini menjadikan sektor logistik sebagai penopang vital yang menentukan posisi Batam di rantai pasok regional maupun global.

“Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi fokus utama kami,” kata dia.

Ia menambahkan, investasi terhadap infrastruktur transportasi dan proses distribusi harus bergerak sejalan dengan penyederhanaan regulasi.

Para panelis lain yang hadir dalam sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport” sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis di wilayah Asia-Pasifik. Penguatan sistem logistik dan konsistensi reformasi perizinan diyakini mampu menurunkan biaya distribusi serta meningkatkan volume perdagangan.

Diskusi tersebut juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan operator transportasi untuk membangun ekosistem logistik modern. Persaingan global menuntut efisiensi yang lebih baik dan integrasi rantai pasok tanpa hambatan birokrasi.

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan proses perizinan, dan meningkatkan infrastruktur logistik. Langkah-langkah itu disebut sebagai kunci bagi Batam untuk tampil sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi yang semakin kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. (*)

Reporter: Arjuna

Update