Rabu, 4 Februari 2026

Rekayasa Jaringan Picu Gangguan, Distribusi Air Tangki Keteteran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Minggu (1/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Gangguan suplai air bersih kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Batam. BP Batam mengakui distribusi air melalui truk tangki saat ini kewalahan menyusul banyaknya permintaan dari warga terdampak.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, kondisi ini terjadi seiring evaluasi dan penyesuaian rekayasa jaringan yang sebelumnya dilakukan untuk menstabilkan distribusi air.

“Memang malam hari kemarin ataupun hari ini nampaknya banyak sekali daerah yang sedikit terganggu airnya. Karena itu memang pengiriman ini juga agak sedikit keteteran, karena memang banyak sekali permintaan, sedangkan kita cuma punya 25 truk,” katanya, Selasa (3/2).

Baca Juga: Pastikan Sampah Diangkut di Seluruh TPS, Camat Sagulung Siapkan Patroli Rutin

Ia menyebut, tim task force bersama operator melakukan evaluasi teknis dari hulu hingga hilir. Termasuk mengevaluasi rekayasa jaringan yang telah diterapkan beberapa waktu terakhir serta efektivitas distribusi air tangki.

“Jadi untuk pertemuan tim task force dengan Moya itu prinsipnya hal-hal teknis. Yang di hulu apa yang harus dilakukan, yang di hilir apa yang harus dilakukan, kemudian evaluasi atas rekayasa yang sudah kita lakukan beberapa waktu ini. Pengiriman truk tangki juga kita evaluasi tiap hari,” ujar Tuty.

Ia mengakui, rekayasa jaringan yang dilakukan sempat menimbulkan dampak tak terduga di sejumlah titik. Saat ini, setelan jaringan telah dikembalikan seperti semula dan proses normalisasi tekanan air diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.

“Kemarin kita sedang mencoba merekayasa jaringan. Sekarang sudah di-setting seperti sebagaimana di awal. Mudah-mudahan, tapi itu masih membutuhkan normalisasi air sekitar dua sampai tiga hari,” kata dia.

BP Batamjuga mengantisipasi agar gangguan tidak berlarut hingga memasuki bulan Ramadan. Evaluasi harian dilakukan untuk memastikan suplai kembali stabil.

Baca Juga: Kapal Pengangkut Limbah Kandas di Dangas, KSOP Batam Pastikan Pencemaran Terkendali

Selain gangguan di sejumlah wilayah, Tuty juga menyoroti dinamika distribusi air tangki di lapangan. Ia menyebut, ada wilayah yang meminta tambahan pasokan di luar kesepakatan awal.

“Kita sesuai kesepakatan di awal saja. Makanya kita wanti-wanti RT RW agar segera menghitung kebutuhan yang ada sekarang ini. Armada kita sangat terbatas, sulit untuk mencari armada-armada baru,” katanya.

BP Batam saat ini mengandalkan koordinasi dengan camat, lurah, RT/RW hingga aparat kepolisian untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Dengan keterbatasan armada yang ada, BP Batam meminta masyarakat bersabar sembari proses normalisasi jaringan berlangsung dan distribusi air tangki dioptimalkan. Evaluasi teknis akan terus dilakukan hingga suplai air kembali stabil di seluruh wilayah terdampak.(*)

ReporterArjuna

Update