
batampos – PT Mega Elok Graha (MEG) menjadi pengelola Pulau Rempang dalam beberapa dekade ke depan. Investasi sebesar Rp 381 triliun yang digelontorkan, nantinya akan mencakup industri menengah, industri manufaktur dan logistik, kawasan pariwisata terintegrasi serta kawasan perumahan dan perdagangan jasa terintegrasi.
Meskipun ada berbagai sektor industri di Pulau Rempang. Namun, nantinya ada berbagai distrik di Pulau Rempang. “Kami sudah memiliki master plannya.
Sehingga, nantinya industri berat tidak akan mempengaruhi industri pariwisata,” kata Juru Bicara sekaligus Komisaris PT MEG, Fernaldi Anggadha, Selasa (17/4/2023).
Baca Juga: Kemenag Tetapkan 831 Titik Salat Idulfitri, Tingkat Kota Batam Dipusatkan di Engku Putri
Aldi mengatakan, bahwa PT MEG tidak akan mengambil Pulau Rempang. PT MEG akan menjadi pengelola Pulau Rempang. Sebab, selama bertahun-tahun ini, Pulau Rempang terbengkalai dan tidak bisa dikembangkan.
“Rasanya sayang kalau terus dibiarkan,” ujar Aldi.
Ia mengatakan, setelah adanya aturan dan lain halnya, barulah PT MEG masuk. “Kami masuk dengan menyesuaikan aturan,” tuturnya.
Aldi mengatakan PT MEG adalah mitranya BP Batam. Sehingga, nantinya PT MEG terus berkoordinasi dengan BP Batam.
Baca Juga: BP Batam Ajak Insan Pers Kawal Pembangunan Kawasan Rempang
Dalam kesempatan itu, PT MEG memaparkan rencana dan program pembangunan Kawasan Rempang. Beberapa distrik juga dipaparkan, sesuai dengan Master Plan BP Batam.
“Nantinya ada tower, sebagai iconnya Pulau Rempang nantinya,” tuturnya.
Selain distrik-distrik, itu di Pulau Rempang ada terdapat pasar modern, pusat kesehatan masyarakat, dan sekolah. “Sehingga, skala ekonomi warga rempang naik,” ujarnya.
Pembangunan Pulau Rempang akan dilakukan bertahap oleh PT Mega Elok Graha. Tahap pertama, akan menelan biaya investasi sebesar Rp 29 Triliun. Investasi yang besar ini, dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 186 ribu orang.
Baca Juga: PLN Batam Siap Salurkan Listrik 42 MWp dari Sumber EBT
“Pembangunan akan dilakukan bertahap,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait beberapa waktu lalu.
Tuty mengatakan, investasi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Batam.
“Total dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 306 ribu orang,” ujarnya.
Pulau Rempang bakal menjadi kawasan industri sekaligus pariwisata yang memiliki “Green Zone”. Nantinya, kawasan itu juga memberikan kemudahan koneksi antar pulau sekitar serta menyajikan zona pariwisata yang mengedepankan konservasi alam.
Baca Juga: Rute Jakarta, Padang, dan Pekanbaru Paling Padat
Ada taman burung serta zona sejarah dan kawasan agrowisata terpadu yang memanfaatkan keunggulan alam di pulau tersebut.
“MEG investor utama nantinya, akan ada B to B (bisnis) dengan berbagai mitra,” ujarnya.
Ia mengatakan, BP Batam dan MEG sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan itu.
Saat ditanya, kebijakan yang dilakukan nantinya terhadap masyarakat di kawasan itu. Tuti mengatakan, langkah yang diambil adalah relokasi.(*)
Reporter: Fiska Juanda



