
batampos – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park di Galang, Batam, dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat, Rabu (18/2), di Washington DC.
Penandatanganan yang berlangsung di kantor US Chamber of Commerce itu menandai babak baru kolaborasi industri berteknologi tinggi dan energi berkelanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa diplomasi ekonomi pemerintahan Prabowo mulai menghasilkan komitmen investasi berskala raksasa.
Total potensi investasi yang digalang mencapai USD 31,6 miliar atau setara lebih dari Rp500 triliun, menjadikannya salah satu proyek industri hijau dan teknologi terbesar yang pernah direncanakan di Indonesia.
Perjanjian dilakukan antara PT Galang Bumi Industri selaku pengelola PSN Wiraraja dengan sejumlah mitra strategis, antara lain Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA. Kesepakatan Joint Development Agreement (JDA) diteken pada 18 Februari 2026, disertai perjanjian lanjutan pengembangan manufaktur dan energi.
Baca Juga: Jam Kerja ASN Batam Dipersingkat Tanpa Kurangi Kualitas Pelayanan, Ini Jadwal Lengkapnya
Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana, menyebut, kerja sama ini sebagai langkah konkret membangun ekosistem hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di dalam negeri.
“Ekosistem yang dibangun mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell,” katanya.
Melalui Tynergy Group of Companies (PT Tynergy Technology Group-Indonesia), pengembangan dilakukan secara terintegrasi. Pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca akan ditangani PT Quantum Luminous Indonesia, sedangkan pemurnian polysilicon dikelola PT Essence Global Indonesia.
Tahap awal investasi mencapai USD 4,9 miliar. Jika berhasil, tambahan dana sebesar USD 26,7 miliar akan dikucurkan untuk membangun fasilitas produksi lanjutan mulai dari ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi chip, sehingga seluruh rantai produksi semikonduktor dapat dilakukan di Indonesia.
Langkah ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai pemain baru dalam rantai pasok global industri chip, sektor yang selama ini didominasi negara-negara maju di Asia Timur dan Amerika.
Selain investasi utama, Tynergy Technology Corp juga menargetkan investasi awal sebesar USD 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang. Proyek ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil pada tahap awal.
Kawasan industri itu dirancang sebagai pusat manufaktur masa depan yang memadukan teknologi tinggi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Penumpang di Bandara Hang Nadim Naik 15 Persen, Didongkrak Imlek dan Awal Ramadan
Untuk menjamin pasokan energi, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia yang bertugas membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion berkapasitas hingga 150 megawatt. Teknologi ini lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan baterai konvensional berbasis lithium.
Kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi industri, tetapi juga diperluas ke tingkat kawasan ekonomi. PSN Wiraraja di Batam akan menjalin kolaborasi dengan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona.
Kolaborasi ini menghubungkan dua zona perdagangan bebas, yakni Free Trade Zone Batam dan Foreign Trade Zone Arizona. Kedua kawasan sepakat membangun kemitraan ekonomi lintas negara melalui Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional.
Menurut Ahmad Maruf, kerja sama tersebut akan memperkuat integrasi rantai pasok global antara Indonesia dan Amerika Serikat, terutama di sektor teknologi tinggi dan energi bersih.
Selain manufaktur semikonduktor, kawasan ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial atau AI, industri energi terbarukan, serta ekosistem industri digital masa depan.
Jika seluruh rencana terealisasi, PSN Wiraraja berpotensi menjadi salah satu pusat industri hijau dan semikonduktor terbesar di kawasan, sekaligus mengubah wajah Pulau Galang dari wilayah perifer menjadi simpul industri global berteknologi tinggi.(*)



