
batampos-Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK negeri di Batam telah resmi diumumkan, Sabtu (28/6). Namun euforia kelulusan tidak dirasakan semua orang.
Ribuan siswa dinyatakan tidak lolos seleksi karena daya tampung sekolah negeri yang terbatas. Keresahan pun memuncak di kalangan orangtua, yang masih berharap anak-anak mereka bisa kembali dipertimbangkan masuk sekolah negeri.
“Saya sudah cek, nama anak saya tidak muncul di pengumuman SMAN 5. Rasanya sedih sekali. Padahal lokasinya paling dekat dari rumah,” ujar Marsel, warga Kavling Lama, Sagulung. Ia mengaku belum menyerah dan akan terus berusaha mendatangi sekolah demi memperjuangkan agar anaknya tetap bisa diterima.
Hal serupa disampaikan Endang, warga Marina, yang juga kecewa anaknya gagal masuk ke SMKN 5. Ia merasa sistem seleksi tahun ini terlalu ketat, sementara jumlah pendaftar membeludak.
BACA JUGA: Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB
“Kalau bisa pemerintah beri kebijakan tambahan kuota. Kasihan anak-anak yang semangat sekolah tapi terhambat sistem,” katanya.
Banyak orangtua lainnya juga menyuarakan harapan serupa, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sekolah negeri dianggap lebih terjangkau secara biaya dibanding swasta, sehingga menjadi pilihan utama. Namun dengan daya tampung terbatas, banyak yang harus gigit jari meski sudah berharap besar.
Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, membenarkan bahwa masih banyak siswa tidak terakomodir dalam pengumuman SPMB. “Kuota tetap mengacu pada petunjuk teknis yang sudah ditetapkan. Kami paham keresahan masyarakat, tapi keputusan penambahan kuota ada di tangan pimpinan provinsi,” ujarnya.
Beberapa sekolah favorit seperti SMAN 1, 3, 5, 8 dan SMKN 1 serta 5 mencatat jumlah pendaftar lebih dari dua kali lipat kuota. Akibatnya, banyak siswa dengan jarak rumah dekat dan nilai yang layak tetap tidak masuk daftar kelulusan.
Sebagian orangtua mulai mempertimbangkan opsi sekolah swasta, namun masih berharap ada peluang susulan dari pemerintah daerah. “Kalau bisa ada tahap tambahan atau kuota darurat. Jangan sampai anak-anak ini putus semangat hanya karena tidak diterima di negeri,” ujar Rani, orangtua siswa dari Tiban.
Sementara itu, sejumlah sekolah negeri di Batam mulai didatangi orangtua yang meminta penjelasan atau mengajukan permohonan agar anaknya dipertimbangkan kembali. Beberapa sekolah mengaku kewalahan menerima permintaan tersebut, karena belum ada arahan resmi soal kemungkinan tambahan kuota.
BACA JUGA: Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB
Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam menyatakan akan menampung semua aspirasi dan meneruskannya ke pemerintah provinsi. “Kami akan sampaikan kondisi di lapangan. Harapannya ada solusi yang adil dan tidak memberatkan masyarakat,” tutup Kasdianto.
Kini, nasib ribuan siswa tergantung pada kebijakan lanjutan dari Gubernur Kepri dan Kepala Dinas Pendidikan. Orangtua masih menunggu dengan harap-harap cemas—agar anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri. (*)
Reporter: Eusebius Sara



