
batampos – Ribuan warga memadati Masjid Agung Engku Hamidah, Batam Center, Sabtu (28/2) sore untuk menghadiri buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Selain berbuka puasa bersama, pemerintah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Agenda tahunan yang rutin digelar setiap Ramadan itu tahun ini dikemas lebih besar dan terpusat.
Wali Kota Batam yang juga Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan konsep buka puasa tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu agenda ini dilakukan terpisah, wali kota satu, wakil satu, bahkan di rumah masing-masing. Tahun ini kita jadikan satu agenda besar di Masjid Agung,” ujar Amsakar.
Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa bersama sangat tinggi. Bahkan, menjelang waktu magrib, jamaah sudah membludak memenuhi area masjid.
“Luar biasa. Jam enam saja sudah menumpuk,” katanya.
Melihat tingginya animo tersebut, Amsakar berinisiatif menghadirkan kegiatan buka puasa yang lebih terpusat dan terbuka bagi masyarakat luas.
Ia mengaku sempat menemukan jamaah di sejumlah masjid yang tidak kebagian takjil atau makanan berbuka.
“Di Darussalam, saya sempat salat di sana. Banyak yang akhirnya hanya membatalkan puasa dengan doa saja karena tidak kebagian,” ungkapnya.
Dari situ muncul gagasan menghadirkan acara yang tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat berbuka dengan layak.
Bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, diputuskan bahwa Ramadan 2026 menjadi momentum penyatuan agenda buka puasa dalam satu kegiatan besar.
“Hari ini kita gabung dalam satu kesatuan. Mudah-mudahan ini menjadi kebiasaan baik. Saat magrib tiba, kita bisa langsung salat berjamaah di masjid,” ujarnya.
Amsakar menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah, Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, hingga masyarakat.
“Ini agar terjalin silaturahmi yang lebih intens dan lebih akrab,” katanya.
Ia berharap silaturahmi yang terbangun tidak berhenti pada momentum Ramadan, tetapi menjadi energi baru dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan Kota Batam.
Menurutnya, silaturahmi bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial nyata. Dalam perspektif agama, silaturahmi diyakini dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki, sementara dalam perspektif sosial mampu mempertautkan hati dan memperkuat kebersamaan.
“Kalau sudah intens bersilaturahmi, kerja yang berat menjadi ringan, kerja yang susah menjadi mudah. Hal yang terasa tidak mungkin pun bisa kita laksanakan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan dan mengesampingkan ego sektoral demi kemajuan Batam.
“Sudah seharusnya kita hilangkan ego masing-masing. Batam membutuhkan spirit kolektif. Batam tidak membutuhkan orang-orang yang sibuk memecah belah,” pungkasnya. (*)



