Rabu, 14 Januari 2026

Roma Nasir Nakhodai Kadin Batam 2025-2030, Bidik Penguatan Kolaborasi Usaha dan Pemerintah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pembukaan Musyawarah Kota (Mukota) VIII Kadin Batam, Jumat (5/12). (Arjuna)

batampos – Musyawarah Kota (Mukota) VIII 2025 Kadin Kota Batam menetapkan Roma Nasir Hutabarat sebagai ketua periode 2025-2030. Pemilihan yang berlangsung di Hotel Planet Holiday, Jumat (5/12), itu menghasilkan Roma Nasir sebagai calon tunggal dan disepakati secara aklamasi oleh peserta.

Mukota dibuka langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertanggungjawaban dan regenerasi organisasi, tapi juga momentum konsolidasi seluruh kekuatan dunia usaha di Batam.

“Mukota ini substansinya mendengar pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, memilih pengurus yang akan datang, dan menyusun agenda kerja ke depan. Ini ajang konsolidasi, mempertemukan mazhab yang mungkin belum sinkron sebelumnya. Jangan seperti filosofi: rumah sudah selesai, tukul masih berbunyi,” katanya.

Baca Juga: Batuampar Akhiri Fragmentasi Pelabuhan, Single Port Operator Diberlakukan

Amsakar meminta agar pengurus baru menyusun program yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. Baginya, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah yang berperan menjaga hubungan antara dunia usaha dan para pemangku kepentingan.

“Setelah ini selesai, pahit manis itu urusan lain. Kalau kandidatnya tunggal, tak ada lagi perdebatan. Kadin harus menjadi jembatan pendukung dalam membangun relasi dan harmoni,” ujar dia.

Fokus Konsolidasi dan Penguatan Usaha

Ketua Kadin Batam terpilih, Roma Nasir Hutabarat, menyampaikan apresiasi terhadap peserta Mukota dan undangan yang hadir. Kepengurusan baru akan segera bekerja memperkuat sinergi antara Kadin, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dan BP Batam sebagaimana amanat UU No 1 Tahun 1987.

“Undang-undang ini mengarahkan bahwa Kadin harus bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dia menilai, pertumbuhan ekonomi Batam yang telah mencapai 7 persen dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, Kadin, dan para pelaku usaha lintas sektor.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Putri Hijau Dilakukan Awal Tahun 2026

Lalu, untuk program jangka pendek, dia menempatkan konsolidasi internal sebagai agenda prioritas. Selain itu, Kadin Batam akan turun merangkul pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk membantu kelancaran perizinan serta mendorong aktivitas perdagangan domestik dan luar negeri.

“Untuk maju, kita harus berbenah dari dalam terlebih dahulu,” katanya.

Roma Nasir memperkirakan proses penyusunan struktur kepengurusan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Desember merupakan periode ketika banyak pengusaha menutup buku tahunan, bepergian, atau bersiap menghadapi Natal dan Tahun Baru.

Menjawab Isu Dualisme

Menanggapi isu dualisme kepengurusan Kadin Batam, Roma Nasir menyebut, perbedaan sebagai hal wajar dalam organisasi besar. Namun, seluruh unsur dunia usaha tetap akan dirangkul dalam kepengurusan yang baru.

“Mereka bagian dari kita. Namanya organisasi besar, perbedaan pasti ada. Tapi kami akan tetap merangkul semua pihak. Kadin itu harus satu,” katanya.

Ketua Steering Committee (SC) Mukota VIII, Niko Nixon Situmorang, turut memastikan bahwa kepengurusan yang ditetapkan melalui Mukota adalah satu-satunya yang sah. Ia menyebut, sejak 2 Oktober 2025, Ketua Kadin Kepri telah mengeluarkan SK Karteker kepada Roma Nasir, sehingga tidak ada lagi dualisme.

“Sejak 2 Oktober itu, kami menganggap tidak ada kepengurusan lain. Sepanjang kita menjalankan peraturan organisasi dan AD/ART Kadin, itulah yang benar. Tidak ada dualisme,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

 

Update