Selasa, 17 Februari 2026

RSAB Gelar Diskusi Gangguan Kesuburan (Infertilitas) di Layanan Primer dan Bayi Tabung

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam menggelar diskusi bersama para dokter dan tenaga kesehatan, Minggu (26/11) pagi. Diskusi ini bertemakan, ”Terapi Gangguan Kesuburan (Infertilitas) di Layanan Primer dan Bayi Tabung”.

Diskusi ini diisi dua pembica-ra berpengalaman di bidang obstetri dan ginekologi, yakni Prof DR Dr Budi Wiweko SpOG, Subsp FER MPH dan dr Ni Made Indri Dwi Susanti, SpOG, Subsp. FER.

Diskusi diawali pemaparan materi oleh dr Ni Made Indri. Materinya tentang penyebab infertilitas, prevalens, serta kriteria pasien yang perlu dirujuk untuk menjalani program teknologi reproduksi berbantu (TRB). Ia menjelaskan, infertilitas dapat disebabkan oleh dua faktor. Yaktu kondisi kesehatan wanita atau pasangan.


”Dari faktor wanita adalah patologi tuba dan panggul dan disfungsi ovulasi. Sedangkan dari faktor pasangan, penyebab terbesar ada pada kondisi kesehatan sperma laki-laki,” ujar Dokter Spesialis Obsetri & Ginekologi Subspesialis Fertilitas RS Awal Bros ini.

Berdasarkan data dari WHO, kata dr Indri, satu dari tujuh pasangan mengalami infertilitas. Dan tingkat infertilitas semakin besar seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita.

”Sehingga prevalensinya cukup besar. Pada wanita itu disebabkan cadangan serta kualitas sel telurnya akan berkurang,” kata wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Sarana TRB Tunas Bangsa RS Awal Bros ini.

Sementara itu, Prof DR Dr Budi Wiweko, mengatakan, di Indonesia, saat ini sudah berdiri sekitar 60 klinik bayi tabung yang telah menangani lebih dari 14.000 kasus infertilitas setiap tahunnya. Klinik ini didominasi di Pulau Jawa.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pemateri, Prof DR Dr Budi Wiweko, SpOG, Subsp FER, MPH, menjadi pembicara saat acara diskusi bersama para dokter dan tenaga kesehatan di RS Awal Bros, Minggu (26/11).

”Di Sumatra bisa dihitung jari. Targetnya ke depan, ada setidaknya satu klinik bayi tabung di setiap provinsi, agar para pasien tidak banyak yang memilih ke luar negeri,” kata pria yang menjabat Presiden Terpilih Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI).

Dalam kesempatan itu, Prof Budi mengimbau para pasangan yang belum dikaruniai anak, terutama yang telah menginjak masa pernikahan lebih dari setahun untuk memeriksakan kesehatan reproduksi pasangan terlebih dahulu.

”Ini untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat gejala abnormalitas, sehingga bisa ditangani dengan cepat dan tepat sasaran,” ungkap Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

Ia pun mengapresiasi berdirinya fasilitas Klinik TRB Tunas Bangsa yang berada di RS Awal Bros Batam. Menurutnya, klinik ini memiliki fasilitas lengkap dan sudah sangat memadai untuk melayani kebutuhan-kebutuhan pasangan yang ingin mengikuti program bayi tabung.

”Pasar permintaan bayi tabung di wilayah Sumatra, menurut saya sangat besar. Saya harap Klinik TRB Tunas Bangsa di RS Awal Bros Batam bisa menjawab kebutuhan tersebut,” tutupnya.

Sejak awal berdiri, Klinik TRB Tunas Bangsa di RS Awal Bros Batam telah melayani banyak pasien yang berjuang mengatasi masalah infertilitas. Dari program bayi tabung, sudah ada enam bayi yang dilahirkan dengan kondisi sehat, serta empat ibu hamil yang menunggu kelahiran bayinya.

Untuk kasus inseminasi, angka keberhasilan di klinik ini juga mencapai 30 persen, yang mana secara nasional, angkanya berkisar 18-20 persen. (*)

 

Reporter : YOFI YUHENDRI

Update