Senin, 12 Januari 2026

RSBP Batam Siapkan Diri Jadi Rumah Sakit Pendidikan Pertama di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
RSBP Batam disiapkan menjadi rumah sakit pendidikan di Kepri. Foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

batampos – Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan sekaligus pengembangan SDM di bidang kedokteran di wilayah perbatasan, BP Batam memasang target untuk Rumah Sakit BP (RSBP) jadi rumah sakit pendidikan pertama di Provinsi Kepri.

Upaya tersebut dimulai dengan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) di Yogyakarta pada Jumat (3/10) lalu. Kunjungan ini bertujuan mempelajari sistem akreditasi rumah sakit pendidikan serta integrasi antara fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang telah diterapkan RSA UGM.

Rombongan BP Batam mendapatkan pemaparan mengenai tahapan akreditasi rumah sakit pendidikan, termasuk sistem pembelajaran klinik dan jejaring akademik yang harus dibangun bersama perguruan tinggi. Rombongan juga meninjau fasilitas seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang diskusi mahasiswa koas, serta unit riset terpadu yang menjadi bagian penting dari sistem pembelajaran kedokteran modern.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, kunjungan ini menjadi langkah awal RSBP Batam dalam memantapkan rencana besar untuk bertransformasi menjadi rumah sakit pendidikan. Pembelajaran dari RSA UGM akan menjadi acuan dalam menyusun peta jalan pengembangan pendidikan kedokteran di Batam.

“Kami belajar banyak dari RSA UGM sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami juga akan menjalin kerja sama dengan dua universitas besar di Batam agar RSBP dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama dan satelit,” katanya.

BP Batam menilai, keberadaan rumah sakit pendidikan di wilayah Kepri sangat strategis. Selain memperkuat layanan kesehatan, ni juga membuka peluang besar bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan untuk melakukan praktik klinik tanpa harus ke luar daerah. Dengan begitu, kebutuhan tenaga medis di Batam dan sekitarnya dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan dukungannya terhadap transformasi tersebut. Hal itu sejalan dengan visi BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai pusat layanan publik dan investasi yang berdaya saing, termasuk di sektor kesehatan.

“Kami ingin RSBP bukan hanya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tempat lahirnya tenaga medis berkualitas yang siap mengabdi untuk daerah,” kata dia.

Otorita ingin RSBP Batam dapat segera memenuhi seluruh persyaratan sebagai rumah sakit pendidikan dan menjadi pionir di Kepri. Transformasi itu tak cuma menguatkan sistem kesehatan daerah, tetapi juga membawa Batam selangkah lebih maju sebagai pusat layanan dan pendidikan kedokteran di kawasan barat Indonesia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update