Kamis, 15 Januari 2026

RSUD Embung Fatimah Gelar Edukasi Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji saat mengadakan kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Foto. Humas RSUD Embung Fatimah Batam

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji mengadakan kegiatan edukasi dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia pada Selasa (25/3). Acara ini mengusung tema “Stop Diskriminasi! TBC Dapat Disembuhkan!” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan tuberkulosis (TBC) serta menghilangkan stigma negatif terhadap penderitanya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai bahaya TBC, cara pencegahan, serta pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat dalam proses penyembuhan pasien. Salah satu isu utama yang diangkat adalah masih adanya diskriminasi terhadap penderita TBC. Padahal, setiap individu berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat, tanpa memandang kondisi kesehatannya.

Menurut dr. Antonius Sianturi, Sp.P, FIRS, seorang spesialis paru yang menjadi pembicara dalam acara ini, TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan jika dideteksi dan diobati dengan benar. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting untuk mencegah penyebaran serta resistensi obat. “Pasien yang patuh menjalani pengobatan akan memiliki peluang besar untuk sembuh total,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, dr. Roni Ardian, Sp.P, spesialis paru lainnya, menjelaskan bahwa pengobatan TBC telah tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. “Jika seseorang mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Selain sesi edukasi, acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif dengan peserta, yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, serta tenaga medis. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman lebih dalam mengenai cara pencegahan TBC, seperti pentingnya pola hidup sehat, ventilasi udara yang baik di rumah, serta etika batuk yang benar untuk mengurangi risiko penularan.

RSUD Embung Fatimah Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan bagi pasien TBC. Menurut Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, fasilitas penanganan TBC di rumah sakit ini sudah sangat mumpuni. “Kami memiliki gedung perawatan khusus pasien TBC, menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit TBC resisten obat, serta memiliki fasilitas pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler) untuk menegakkan diagnosis TBC secara akurat,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Embung Fatimah telah menangani banyak kasus TBC, termasuk TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan khusus. Dengan adanya fasilitas yang memadai, pasien dapat menjalani pengobatan dengan lebih nyaman dan efektif. “Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk datang dan mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” kata Ellin.

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama melawan TBC. Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan pengobatan dini, serta tidak lagi memberikan stigma negatif kepada penderita. Lingkungan yang suportif akan membantu pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

RSUD Embung Fatimah berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa TBC bukanlah penyakit yang harus ditakuti atau dijauhi, melainkan bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat. Menghapus stigma dan diskriminasi menjadi langkah penting dalam upaya menurunkan angka kasus TBC di Indonesia.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis, keluarga, dan masyarakat luas, Indonesia diharapkan dapat mencapai target eliminasi TBC sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update