Sabtu, 17 Januari 2026

RSUD Embung Fatimah Genap 21 Tahun, Hapus Stigma Pelayanan Seadanya dan Siap Tampil Lebih Prima

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad turut hadir dalam perayaan HUT RSUD Embung Fatimah Batam yang berusia 21 tahun. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam berusia 21 tahun. Di usia yang tak lagi muda, rumah sakit milik Pemko Batam ini menegaskan komitmen untuk bertransformasi menuju pelayanan kesehatan yang lebih profesional, cepat, dan manusiawi.

Peringatan hari jadi yang berlangsung selama dua hari itu tak hanya diisi dengan hiburan dan kemeriahan. Lebih dari itu, menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk memperbaiki citra layanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Kami sedang berbenah, bukan hanya dari sisi infrastruktur tapi juga dari hati. Semua tenaga medis harus bekerja dengan hati yang bahagia, agar pasien merasakan energi positif itu,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari, Sabtu (18/10/2025).

Peringatan HUT ke-21 diwarnai dengan berbagai kegiatan internal seperti bazar UMKM karyawan, lomba karaoke, dance hand hygiene, dan unjuk kreativitas Agent of Change (ADC). Halaman rumah sakit disulap menjadi ruang ekspresi, di mana suasana kekeluargaan dan kebanggaan tampak mengalir hangat.

“Ini bentuk bahwa tenaga kesehatan juga punya sisi kreatif dan humanis. Mereka bukan sekadar penyedia layanan, tapi juga bagian dari masyarakat yang ingin tumbuh bersama,” ujar Roro.

Tak hanya meriah di luar, RSUD Embung Fatimah juga terus memperkuat layanan medis di dalam. Roro mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan gedung terpadu delapan lantai sebagai pusat pelayanan terpadu berbasis digital.

Beberapa layanan unggulan juga terus dikembangkan, mulai dari rawat inap jiwa, rehabilitasi pasien amputasi, hingga perawatan kanker, jantung, stroke, dan ginjal.

“Sekarang, pasien tak perlu lagi ke luar negeri untuk pasang ring jantung. Semua sudah tersedia di RSUD,” tegas Roro.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang turut hadir dalam perayaan tersebut memberikan pesan tegas agar ulang tahun tidak hanya menjadi ajang seremonial. Ia mendorong seluruh jajaran RSUD menjadikan usia ke-21 ini sebagai momen instrospeksi.

“Apa yang sudah dicapai? Apa yang perlu ditargetkan? Jangan sampai grafik pelayanan justru menurun,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, RSUD harus mampu menghapus stigma “pelayanan seadanya” yang kerap melekat pada rumah sakit pemerintah.

“Saya minta ke depan, RSUD benar-benar siap melayani. Dokter standby, obat tersedia, dan pasien diperlakukan dengan hormat,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan RSUD. Ia menyebut, keluhan masyarakat harus dijadikan bahan introspeksi, bukan defensif.

“Kami mendengar langsung dari warga. Mereka butuh pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional. RSUD harus tampil lebih responsif dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Abdi, salah satu keluarga pasien, berharap RSUD tidak hanya mempercantik fisik bangunan, tapi juga memperbaiki cara berinteraksi dengan pasien.

“Kami ingin rumah sakit ini bukan cuma tempat berobat, tapi juga tempat yang membuat pasien merasa dihargai,” katanya.

Usia ke-21 adalah momen penting. RSUD Embung Fatimah tak lagi bisa hanya bangga sebagai satu-satunya rumah sakit daerah. Di tengah harapan publik yang semakin tinggi, rumah sakit ini dituntut untuk menjadi rumah sakit yang tak sekadar menyembuhkan, tapi juga melayani dengan empati.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman, bukan takut datang ke RSUD,” tutup drg. Roro. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update