
batampos – Rencana penyesuaian ukuran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terdampak proyek pelebaran jalan di Kota Batam dipastikan belum akan dilakukan tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Leo Putra, menyatakan bahwa program tersebut masih sebatas wacana dan baru akan dibahas pada tahun mendatang.
“Untuk tahun ini belum ada rencana. Penyesuaian JPO akan kita wacanakan tahun depan,” ujar Leo Putra.
Pernyataan tersebut menjawab keluhan warga yang merasa proyek pelebaran jalan belum ada penyesuaian dengan fasilitas penyeberangan.
Ia membenarkan bahwa di lapangan memang terlihat adanya ketimpangan antara lebar jalan yang kini mencapai lima lajur dengan ukuran JPO yang masih mengikuti desain jalan lama. Salah satu contohnya adalah JPO yang berada di depan SP Plaza, Batuaji. Jalan tersebut saat ini sedang dalam proses pelebaran menjadi lima lajur, namun JPO-nya belum disesuaikan.
Kondisi serupa juga terjadi di JPO depan Perumahan Taman Carina, Tanjunguncang. Jalan di lokasi tersebut sudah selesai dilebarkan, namun ukuran JPO masih kecil sehingga menciptakan penyempitan di titik tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas yang seharusnya lancar menjadi terhambat.
Dishub Batam mengakui pentingnya penyesuaian JPO agar selaras dengan lebar jalan. Namun, menurut Leo Putra, pembaruan JPO tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut perencanaan teknis dan penganggaran yang matang.
“Tentu kita ingin semuanya serasi. Tapi pelaksanaannya harus sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” jelas Leo.
Ia menambahkan, pihaknya akan menginventarisasi seluruh JPO yang terdampak pelebaran jalan sebagai dasar pengusulan program tahun depan.
Di jalan R Suprapto Batuaji sendiri tercatat ada beberapa JPO lain yang kemungkinan juga harus disesuaikan. Namun Dishub masih fokus menyelesaikan pelebaran jalan terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti penyesuaian sarana pendukung seperti JPO. (*)
Reporter: Eusebius Sara



